Tarian Katrili

Tari Katrili, Akulturasi Budaya Eropa dan Minahasa, Begini Busana hingga Cara Pementasannya

Bagi masyarakat suku Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) pasti sudah tidak asing dengan Tari Katrili.

Tari Katrili, Akulturasi Budaya Eropa dan Minahasa, Begini Busana hingga Cara Pementasannya
Istimewa
Tari katrili 

Tari Katrili, Akulturasi Budaya Eropa dan Minahasa, Begini Busana hingga Cara Pementasannya

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bagi masyarakat suku Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) pasti sudah tidak asing dengan Tari Katrili.

Tari Katrili merupakan tarian perpaduan antara budaya Eropa dan budaya Minahasa di Sulawesi Utara.

Royke Kumaat, Plh Kasie Pengkajian dan Pelayanan Seni Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut mengatakan, Tarian Katrili merupakan akulturasi budaya di tanah Minahasa.

Budaya yang dibawa oleh bangsa penjajah ada yang mengatakan Portugis ada juga Spanyol. Dulukan Tanah Minahasa ini dijajah oleh bangsa Eropa yakni Portugis dan Spanyol.

"Secara etimologi Tari Katrili berasal dari bahasa Eropa yaitu Quadrille, yang kemudian berubah menjadi kata Katrili," jelasnya, kepada Tribunmanado.co.id.

Royke Kumaat
Royke Kumaat (Tribun manado / Siti Nurjanah)

Ia menambahkan, dia bisa drille goyang-goyang pinggul, ada dia juga bisa jadi kuarted jadi empat, dia berpasang-pasangan pria dan wanita. dia bisa jadi 4 pasang hingga 8 pasang selama ini diterapkan adalah yang 8 pasang.

Filosofi
"Nah filosofinya menurut sejarah itu, Tarian Katrili muncul saat raja membuat acara, nah saat itu Katrili ditampilkan sehingga baju penari wanita pakai gaun dan pria mengenakan jas dan topi," bebernya.

Ia mengatakan, Tarian Katrili sudah menjadi tarian daerah atau tarian tradisonal.

Nah untuk di era saat ini tarian Katrili dipentaskan untuk penyambutan tamu dan saat pernikahan.

Halaman
1234
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved