Nasional

Tiga Bulan Lagi, Tenggat Waktu dari Jokowi Untuk Kapolri Ungkap Dalang Penyerangan Novel Baswedan

Untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolr

Tiga Bulan Lagi, Tenggat Waktu dari Jokowi Untuk Kapolri Ungkap Dalang Penyerangan Novel Baswedan
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A via Kompas.com
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/6/2018). Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian.

Novel Baswedan diserang dan disiram menggunakan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2019. Sudah 820 hari. 

Hingga kini kepolisian dan tim gabungan pencari fakta ( TGPF) belum dapat mengungkap dalang di balik perisitiwa ini.

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Ini pertama kalinya Presiden Jokowi memberi tenggat waktu ke Kapolri untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Baca: Kisah Cinta Nunung Sebelum Jatuh ke Pelukan Iyan Sambiran, 2 Kali Gagal hingga Nikahi Manajer

Baca: Bunaken Ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Penyu Hijau, Wagub: Jangan Tangkap Lagi

Baca: Saldo Nasabah Bank Mandiri Hilang, Tapi Ada yang Malah Nambah, Netizen Ramai Bikin #mandirierror

Baca: Harga Ponsel Terbaru Juli, Ada Samsung Galaxy A80 hingga Xiaomi Black Shark, Cek Spesifikasinya

Baca: Bupati Sitaro Minta Bank SulutGo Selektif Terima Pengajuan Kredit ASN

Sebelumnya, saat beberapa kali ditanya mengenai masalah tenggat waktu ini, Jokowi tak pernah menjawab dengan tegas.

Kepala Negara berulang kali mengungkapkan bahwa masih memercayakan sepenuhnya penyidikan kasus Novel Baswedan kepada Kapolri.

Oleh karena itu, ia belum mau membentuk tim gabungan pencari fakta ( TGPF) independen seperti yang dituntut oleh pihak Novel Baswedan dan aktivis antikorupsi.

Baca: Simbol Persatuan Demokrasi RI, PDI-P Rencanakan 1 Kursi untuk Koalisi 02 di Pemilihan Pimpinan MPR

Baca: Jesika Sondakh - Menurut Gadis Cantik Ini Gadai Tupperware Itu Membantu

Baca: Novita Elisabet Morong SH MH : Bekerja Adalah Bagian dari Ibadah

Baca: Hotman Paris Idolakan Ustaz Abdul Somad dan Ingatkan Umat Muslim Salat Subuh, Sudah Dapat Hidayah?

Baca: 7 Lowongan Kerja Bagi Lulusan SMA/SMK Sederajat Sampai S1, Kerja Bagian Keuangan hingga Jadi Guru

TGPF versi Kapolri

Menjelang debat pilpres pada Januari 2019, Kapolri akhirnya membentuk TGPF untuk mengusut kasus Novel Baswedan.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved