Menteri Susi: Orangnya Yang Saya 'Gantung' di Pelabuhan!

Orangnya yang saya gantung di pelabuhan. Sebagai menteri, saya bertugas menjaga kedaulatan laut dari penjarah ikan.

Instagram/susipudjiastuti115
Menteri Susi Pudjiastuti 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahun 2030 diperkirakan lautan Indonesia akan lebih banyak sampahnya dari pada ikannya.

Hal ini diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti.

Susi mengatakan, sampah plastik tidak bisa hancur di laut meski sudah berusia 400 tahun. Maka, sudah saatnya masyarakat pesisir merubah pola untuk tidak membuang sampah plastik ke laut.

"Saya saja sudah membiasakan tidak menggunakan minuman dalam botol plastik dan memilih menggunakan air dalam gelas seperlunya," ucap Susi.

Jika ada masyarakat kedapatan membuang sampah ke laut, Susi menegaskan bahwa pihaknya akan tidak segan-segan memberikan sanksi.

"Orangnya yang saya gantung di pelabuhan. Sebagai menteri, saya bertugas menjaga kedaulatan laut dari penjarah ikan. Sekarang kapal ikan asing sudah tidak ada, malah kita yang merusak. Kalian sebenarnya sudah tahu, tapi masih pada degil," ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah China dalam hal penyumbang sampah laut di dunia.

Hal ini terlihat dari banyaknya ditemukan sampah- sampah plastik di laut atau perairan Indonesia. Bahkan, tidak sedikit populasi ikan punah akibatnya.

"Kemungkinan 2030 laut Indonesia akan lebih banyak sampah plastik dari pada ikannya," kata Susi melalui telepon kepada Kompas.com, Sabtu (20/7/2019). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menteri Susi Khawatir Laut Indonesia Lebih Banyak Sampah Plastik daripada Ikannya", https://regional.kompas.com/read/2019/07/20/17172881/menteri-susi-khawatir-laut-indonesia-lebih-banyak-sampah-plastik-daripada

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved