Kenapa Sih Orang Bisa Terjerat Narkoba? Peneliti Ungkap Tiga Faktor Ini

Alasan seseorang memakai narkoba beragam, mulai dari pendoping stamina, euforia, untuk menjaga mood, dan lainnya

Kenapa Sih Orang Bisa Terjerat Narkoba? Peneliti Ungkap Tiga Faktor Ini
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penggunaan narkoba kembali marak terjadi. Baru baru ini komedian Nunung dan suaminya ditangkap karena kedapatan miliki sabu.

Narkotika memang memunculkan rasa adiktif atau candu di tubuh pengonsumsi. Alasan seseorang memakai bahan haram ini pun beragam. Mulai dari pendoping stamina, euforia, untuk menjaga mood, dan lain sebagainya.

Namun, dokter adiksi sekaligus peneliti obat-obatan terlarang dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, Hari Nugroho mengungkap, ada tiga faktor utama berkaitan dengan pemicu seseorang memakai narkoba sabu.

"Orang menggunakan sabu tentu banyak alasan dan faktornya, baik faktor internal maupun eksternal. Namun, pada dasarnya dikelompokkan menjadi tiga (faktor)," kata Hari saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/7/2019).

Faktor pertama orang ingin memakai narkoba seperti sabu dan lainnya adalah untuk bersenang-senang atau memunculkan rasa semangat dalam dirinya.

"Misalnya, (seseorang pakai sabu) supaya kuat melakukan aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat tanpa lelah. Ini karena sifat sabu yang stimulan," ujar Hari.

Faktor kedua, untuk mengatasi masalah. Pengguna sabu merasa mampu mengatasi suatu permasalahan dengan lebih baik jika sebelumnya mengonsumsi sabu terlebih dahulu.

"Misal karena kurang percaya diri, cemas, depresi, merasa terlalu gemuk sehingga ingin menurunkan berat badannya supaya tampil prima, atau tidak percaya diri dengan kemampuan melakukan aktivitas seksual sehingga menggunakan sabu supaya tahan lama dan lain-lain," kata Hari menambahkan.

Faktor terakhir pemicu memakai sabu adalah rasa penasaran dan tekanan lingkungan. Hari mengatakan, hal ini juga menyumbang angka pengguna sabu. Perlakuan Lalu, apa perlakuan yang bisa diberikan kepada para pengguna?

Menurut Hari, seseorang yang terindikasi mengalami gangguan penggunaan metamfetamin membutuhkan penanganan sesuai tingkat keparahan masing-masing. "(Selain itu) bisa dicari tahu akar permasalahannya," tutur Hari.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved