Buka Festival Bunaken: Kandouw Beberkan Rahasia Majukan Pariwisata

Sulawesi Utara primadona baru wisata Indonesia. Pemerintah Provinsi Sulut menggelar Festival Pesona Bunaken.

Buka Festival Bunaken: Kandouw Beberkan Rahasia Majukan Pariwisata
tribun manado/arthur pangemanan
Wagub Sulut Steven Kandouw (kedua kanan) didampingi Sekprov Edwin Silangen (tengah) membuka Festival Bunaken di Manado, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara primadona baru wisata Indonesia. Pemerintah Provinsi Sulut menggelar Festival Pesona Bunaken. Event ini sebagai simbol kejayaan pariwisata usai dinobatkan jadi ‘Rising Star Touristm’, peningkatan persentase kunjungan wisatawan paling tinggi se-Indonesia. Presiden Joko Widodo telah menetapkan Sulut sebagai superprioritas destinasi Indonesia disebut daerah 4 plus 1.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan, pengelolaan pariwisata harus dieloborasi lebih lanjut. "Tidak ada lain, tidak boleh parsial, harus holistik," ujar dia saat membuka Festival Pesona Bunaken di Manado, Rabu (17/7/2019).

Baca: Soal Tudingan Terafiliasi HTI: Ini Penegasan Aswar Hasan

Kata Kandouw, bicara pariwisata tidak hanya bicara tentang destinasi, event dan kultur. Tapi lebih luas mencakup infratruktur, kesehatan, telekomunikasi, hingga sumber daya manusia (SDM).

"Harus melibatkan stakeholder di pemerintahan. Dinas UKM, Dinas Kebudayaan, Kelautan dan Perikanan (serta) Kehutanan. Tidak ada yang tidak terhubung benang merah dengan pariwisata," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut ini.
Kemudian, lanjut dia, koordinasi horisontal tiap kabupaten kota dan provinsi.

IKUTI YOUTUBE TRIBUN MANADO TV

"Tanpa ini (koordinasi) jangan harap tujuan akan tercapai," ujar mantan Ketua DPRD Sulut ini. Koordinasi sederhana misalnya jadwal event, menurut Steven, kalau tidak koordinasi masing-masing bikin sendiri akhirnya tabrakan, tidak efektif. Akhirnya mubazir pelaksanannya. Rezim pariwisata saat ini, sudah berpikir internasional. Harus terintegrasi dan suistanable.

Ia mencontohkan, bagi segmen high tourist yang berwisata dalam jangka waktu lama. Tak mungkin high tourist ini hanya ke Bunaken saja, maka ia akan mencari objek lain di kabupaten kota. Bahkan, perjalanannya bisa melintas provinsi.

Di Indonesia Timur, hanya Sulut yang memiliki penerbangan langsung dari 8 kota di Cina. Jadi alangkah naif jika provinsi-provinsi lain memiliki agenda sendiri. Tidak mudah mewujudkan penerbangan langsung ini.

Baca: Novel Terpukul Hasil TGPF: Ini Pengakuan Pimpinan KPK

"Bandara mesti internasional, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, slot penerbangan. Diurus tidak gampang oleh Pak Gubernur," ungkap dia.
Wagub mengaku senang pada Festival Pesona Bunaken ini dihadiri daerah lain seperti Gorontalo, Papua Barat, Jawa Timur, Malang dan Maluku. "Harus seperti ini rezim pariwisata integrasi dan suintainable. Kalau jalan sendiri, tidak jalan. Harus dipandang satu kesatuan," ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Wagub menyerahkan, cinderamata bagi daerah yang mengikuti pameran produk daerah, event masih satu rangkaian dengan Festival Bunaken.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved