Kabar Dari Boltim

5 Koperasi di Boltim Dibekukan Kementrian Koperasi RI

Lima koperasi di Bolaang Mongondow Timur, dibekukkan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Republik Indonesia.

5 Koperasi di Boltim Dibekukan Kementrian Koperasi RI
Tribun Manado/Vendi Lera
Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Jantra Damopolii 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Lima koperasi di Bolaang Mongondow Timur, dibekukkan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Republik Indonesia.

Kelima koperasi tersebut bergerak di bidang Koperasi Serba Usaha, Perkebunan dan KUD.

Koperasi sudah mendapat surat pembekuan dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Rebuplik Indonesia nomor 65 tahun 2017.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Jantra Damopolii mengatakan, kelima koperasi tersebut sudah dibekukan tinggal menunggu pembubaran.

Namun, sebelum dilakukan pembubaran, Dinas Perindustrian Perdagang Koperasi dan UKM Boltim, bakal membentuk tim verifikasi.

Tujuan pembentukan tim yakni mengindentifikasi lima koperasi tersebut terkait masalah aset, hutang piutang serta masalah menyangkut pidana atau perdata di pengadilan.

IKUTI YOUTUBE TRIBUN MANADO TV

"Kami identifikasi dulu baru lakukan tindakan pembubaran koperasi," ujar Jantra Damopolii, Rabu (17/7/2019).

Lima koperasi yang dibekukan, usulan tahun 2017. Pemerintah Kabupaten mengusulkan 15 koperasi. Namun disetujui lima koperasi.

Tahun 2018 Dinas PerindagKop dan UKM Boltim, usulkan lima koperasi untuk dihapuskan. Tapi belum ada jawaban dari Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Republik Indonesia.

Lanjut dia, Kementrian Koperasi Republik Indonesia, tiap tahun meminta usulan koperasi untuk dihapus. Karena mereka lebih baik mempertahankan yang berkualitas bukan kuantitas.

Kepala Dinas Perdagang Perindustrian Koperasi dan UKM, Ramlah Mokodompis mengatakan, sampai jauh ini koperasi yang aktif 22 koperasi dari 102 koperasi.

"Ada sekitar 80 koperasi berada di zona merah, karena hampir lima tahun tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)," ujar Ramlah Mokodompis.

Nantinya, 80 koperasi ini, tiap tahun akan diusulkan untuk dihapus. Kalau tidak segera melakukan RAT.

Ia menambahkan, pembentukan tim verifikasi terkendala personil dan anggaran. (Tribun Manado/Vendi Lera)

Baca: Curhat Wali Kota Tangerang soal Menkumham Yassona Laoly

Baca: Inilah Sosok yang Siap Pulangkan Habib Rizieq untuk Saksikan Pelantikan Jokowi-Maruf, Siapakah Dia?

Baca: Pramugari Dilecehkan Direktur Maskapai, Kalau Mau Terbang Harus Tidur dengan Dua Direksi

Baca: Komnas Ham Buka 3 Pos di Sulut, Masyarakat Juga Bisa Mengadu Lewat Email pengaduan@komnasham.go.id

Baca: Selama 27 Tahun Hidup dan Menyendiri di Hutan, Pria Ini Ngaku Sudah 1.000 Kali Lakukan Ini

Baca: Begini Ekspresi Pebulutangkis Tercantik di Dunia usai Menderita Kekalahan

Baca: Ulama Aceh Minta Pemblokiran PUBG

Baca: Begini Tuntutan Empat Pengamen Korban Salah Tangkap

Baca: Cari Anjing Hilang Cukup dengan Foto Hidungnya yang bak Sidik Jari pada Manusia

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved