Pilkada 2020

Masuk Bursa Pilwako Manado 2020, Richard Sualang: Saya tak Ingin Berakhir Seperti Bapak Saya

"Ya saya kira kalau nama besar saya tentu saya juga gak bisa disalahkan saya menjadi anak seorang politisi almarhum Ferdy Sualang."

TRIBUNMANADO/SITI NURJANAH
Richard Sualang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara akan menggelar pesta demokrasi Pilkada serentak 2020.
Termasuk Pilwako 2020, dan itu menjadi topik perbincangan hangat hingga saat ini.

Di beberapa kalangan di Kota Manado nama-nama bakal calon wali kota periode 2020 hingga 2024 mulai bermunculan.

Satu di antaranya nama Richard Sualang pun mencuat masuk dalam pencalonan Pilwako Manado 2020.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu mengatakan, kalau dirinya fenomena munculnya calon Pilwako yang berkembang saat ini menurutnya agak normal di samping dirinya ketua partai.

"Kalau saya kira ini yang berkembang di masyarakat tentu agak normal ya kalau ketua partai pemenang itu dijagokan kan karena dia itu ketua partai jadi bisa dimajukan," ujarnya, kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (16/7/2019), di ruang kerjanya, lantai 2, Kantor DPRD Kota Manado.

Ia mengatakan, dirinya siap menerima tugas tersebut kalau saja partainya mengusung dirinya maju di Pilwako Manado 2020.

"Saya sebagai pengurus partai yang dilevel Kota Manado ini ketika ditugaskan partai tentu kita harus menerima kan politik ini berpolitik kalau disuruh mundur ya mundur, kita disuruh maju ya maju aja tinggal bagaimana kita mengelola perjuangan ini dan tentu semua berharap menang," ujarnya.

Tak bisa dipungkiri nama besar ayah sebagai orang besar di partai ternyata mempengaruhi dan memotivasi dirinya untuk maju Pilwako Manado kalau diusung partai.

"Ya saya kira kalau nama besar saya tentu saya juga gak bisa disalahkan saya menjadi anak seorang politisi almarhum Ferdy Sualang dilahirkan, kemudian mempunyai track record di partai ini juga yaitu bagian dari sejarah saya gak bisa menghapus sejarah," ujarnya.

Meski demikian, Ia berkeinginan bisa lebih baik dari sang ayah.

"Tapi yang pasti ke depan ini tentu sebagai politisi saya juga punya keinginan pribadi saya harus lebih baik dari bapak saya," bebernya.

Ia menambahkan, ia tak mau seperti sang ayah yang sepak terjangnya di dunia politik berakhir di penjara.
"Bapak saya berakhir di penjara loh karir politiknya, saya gak mau saya seperti itu, saya harus beda, ini masalah keinginan pribadi dan tentunya saya kira juga ya karena memang hidup ini saya tahu sudah dimintakan oleh Tuhan ya kita mengabdi di jalur bidang politik," bebernya.

Saat ditanya terkait strategi kalau dirinya maju mencalonkan diri di Pilwako 2020 dirinya mengatkan, seorang politisi harus bisa menyembunyikan ambisi.

"Seorang politisi itu harus pandai-pandai menyembunyikan ambisinya, arah politik hingga keputusan politik jangan sampai ada yang tahu sampai kita mengeksekusiknya biar aja yang tidak yakin terkaget-kaget," ujarnya sambil tertawa. (ana)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved