Festival Pesona Bunaken 2019
Kostum Bertema Kopi Kotamobagu dan Kabela Ditampilkan dalam Karnaval Budaya
Festival yang digelar sejak 17 hingga 20 Juli tersebut dihadiri daerah lain, Gorontalo, Papua Barat, Jawa Timur, Malang hingga Maluku.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Maickel Karundeng
Festival Pesona Bunaken
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara (Sulut) jadi primadona baru Pariwisata Indonesia.
Provinsi Sulut dalam hal ini Dinas Pariwisata Sulut menggelar Festival Pesona Bunaken, Rabu (17/7/2019).
Festival yang digelar sejak 17 hingga 20 Juli tersebut dihadiri daerah lain, Gorontalo, Papua Barat, Jawa Timur, Malang hingga Maluku.
Selain itu, dalam festival juga ditampilkan Karnaval Budaya dari berbagai daerah di kabupaten/kota di Sulut.
Dalam Karnaval Budaya, kabupaten/kota di Sulut menampilkan beragam budaya, mulai dari baju adat hingga tarian adat.
Misalnya untuk Kotamobagu pada Karnaval Budaya menampilkan kostum unik dengan tema Kopi Kotamobagu dan Kabela.
Berita Populer:
* Inilah Sosok yang Siap Pulangkan Habib Rizieq untuk Saksikan Pelantikan Jokowi-Maruf, Siapakah Dia?
* Selama 27 Tahun Hidup dan Menyendiri di Hutan, Pria Ini Ngaku Sudah 1.000 Kali Lakukan Ini
* 5 Video HOT Kanit Ditreskrimsus Dilihat Bhayangkari: Perlu Saya Tunjukkan ke Kapolda Bahkan Kapolri
Kostum Kopi Kotamobagu terlihat mirip dengan pohon kopi lengkap dengan ranting, daun hingga biji kopi.
Kostum tersebut dikenakan oleh seorang pria bernama Erland Fahridji Mokodongan asal Kotamobagu.
Badannya diimbolkan sebagai pohon kopi, sedangkan tangkai kopi berwarna cokelat terbuat dari besi dan daun yang berwarna hijau terbuat dari daun palsu (plastik) sedangkan untuk biji kopi terbuat dari manik-manik yang ditempel di berbagai ranting.
Erland mengatakan, sangat berat bahkan dirinya menawarkan untuk mencoba, tak sedikit juga para turis cina hingga warga lokal yang berfoto dengan dirinya.
"Coba kak pegang ini besi loh rantingnya, berat kak, atau kalau mau kak cobain?," ujarnya sambil tersenyum.
Erland sudah di make up sedemikian rupa.
Seakan tak mau kalah, mereka juga menampilkan kostum Kabela berwarna orange yang dikenakan oleh seorang wanita bernama Belinda Wongkar.
Ia pun mengaku kostum tersebut sangatlah berat.
"Berat kak, tapi demi untuk menampilkan yang terbaik saya gak apa, saya senang bisa tampil di sini," ujarnya.
Mereka berdua mengaku, persiapan untuk mengikuti Karnaval Budaya Festival Pesona Bunaken butuh 5 hari.
"Butuh lima hari kak sampai bisa tampil seperti in," ujar mereka serentak.
Meis Kinontoa, Kepala Seksi Promosi, Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Kotamobagu mengatakan, untuk mengikuti Karnaval Budaya di Festival Pesona Bunaken pihaknya mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.
"Kecuali kostum ya, anggarannya 20 hingga 30 juta," ujarnya.
Sedangkan untuk kostum Ia mengatakan, untuk membuat satu kostum biayanya hingga 15 juta.
"Jadi kan kami ada dua nih yang ditampilkan, masing-masing biaya pembuatnnya Rp 15 juta, jadi kalau dua bisa capai Rp 30 juta, dan itu harga waktu 2017 lalu, dan ada lagi yang lebih besar, tapi gak dibawa kemari," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk berat masing-masing kostum yang ditampilkan hari ini berkisar hingga Rp 25 kg.
"Nah kostum Kopi Kotamobagu dipakai oleh pria dengan kostum berwarna hijau lengkap dengan tangkai, daun hingga biji kopi, sedangkan Kablea itu tempat sirih pinang untuk disuguhkan kepada tamu yang datang," bebernya.
Ia menambahkna, peserta yang mengikuti Karnaval Budaya dari Kotamobagu dari Sanggar Tiara Fitra, Mogolaing, Kotamobagu dan Dinas Pariwisata Kotamobagu.
"Kami membawa 10 peserta," bebernya.
Peserta Karnaval Budaya dari Kotamobagu hanya satu dari 21 kelompok Karnaval Budaya.
Karnaval Budaya Festival Pesona Bunaken dimulai dari pukul 15.15 Wita, start dari Taman Berkat menuju finish di Manado Town Square (Mantos) 3. (ana)
8 Artis Berstatus Janda, Makin Cantik dan Seksi, Ada yang Awet Muda di Usia Hampir Kepala Empat
Baca: Pilkada Minsel 2020, AGK Berseri-Seri Dapat Dukungan Tokoh Penting PDI Perjuangan
Baca: Begini Komentar Richard Sualang Terkait Nama-Nama Kader PDI Perjuangan di Pilwako Manado 2020
Baca: Rafika Ponggawa Sebut Pengelolaan Cengkih Tak Melulu Jadi Kretek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/festival-pesona-bunaken-88841.jpg)