Jika Peliharaan Gigit Warga, Pemilik Hewan Wajib Bayar VAR Rp 1,5 Juta

Pemilik hewan peliharaan seperti Anjing, harus bayar biaya VAR Rp1,5 juta , jika ada warga digigit.

Jika Peliharaan Gigit Warga, Pemilik Hewan Wajib Bayar VAR Rp 1,5 Juta
GRAFIS TRIBUNMANADO/YUDI NUGRAHA
baklak suntik rabies 

Jika Peliharaan Gigit Warga, Pemilik Hewan Wajib Bayar VAR Rp 1,5 Juta

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -   Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mempunyai cara unik menekan angka Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Boltim.

Cara unik tersebut yakni pemilik hewan peliharaan seperti Anjing, harus bayar biaya VAR Rp1,5 juta , jika ada warga digigit.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Eko Marsidi, angka Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) tahun lalu cukup tinggi, ada 174 kasus yang tersebar di tujuh wilayah Puskesmas di Boltim.

"Kami sudah sebarkan, spanduk ke seluruh puskesmas untuk himbauan ini," ujar Eko Marsidi, Rabu (17/7/2019).

Kata dia, pemilik hewan seperti Anjing harus bertanggungjawab, jika hewan peliharaannya menggigit warga.

Dia harus membayar biaya Vaksin Anti Rabies (VAR).

Hal Ini dilakukan, sebagai upaya menekan angka GHPR di Boltim.

Memang hewan jenis Anjing, paling tinggi kasus gigitan.

Maka harus diikat atau dikandang, agar aman bagi pemilik maupun warga di lingkungan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P) dan Wabah, Dinkes, Sammy D Rarung mengatakan, ada tiga jenis hewan yang masuk GHPR yakni, Anjing, Kucing dan Kera.

“Namun, sepanjang kasus GHPR di Boltim, gigitan hewan anjing yang mendominasi,” tuturnya.

Kasus GHPR yang ditangani seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Boltim pada 2018 sebanyak 174 kasus gigitan sedangkan tahun ini sekirar 70 kasus. 

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved