Panen Cengkih

Jika Harga Cengkih Seperti Ini, Petani Tidak Akan Mendapat Untung

Deivi Karamoy pemilik kebun cengkih di Desa Talaitad dan Desa Lansot, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merasa bersyukur harga ce

Jika Harga Cengkih Seperti Ini, Petani Tidak Akan Mendapat Untung
Istimewa
Pemetik cengkih di Desa Lowian, Tompasobaru 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Deivi Karamoy pemilik kebun cengkih di Desa Talaitad dan Desa Lansot, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merasa bersyukur harga cengkih sudah berangsur naik.

Menurut karyawan swasta ini, jika harga cengkih hanya berkisar Rp 60 ribu, petani tidak akan mendapat untung.

"Harganya tembus Rp 65 ribu saja itu sudah ada untung walaupun tipis," kata Karamoy, Selasa (16/7/2019).

Dia mengakui karena masuk dalam panen raya, maka tidak ada pekerja di kebunnya yang berasal dari Minsel.

Pemetik cengkih di dua kebunnya diambil dari daerah seperti Sangihe sekitarnya.

Baca: Diantara Vivo Y17 dan Oppo A7 Kamu Pilih Mana? Lihat Perbandingan Spesifikasi hingga Harga

Baca: Acara Pernikahan Tinggal Menunggu Hari, Cut Meyriska & Roger Danuarta Lakukan Foto Pre Wedding

Baca: Cari Calon untuk Pilbup Bolsel 2020, Golkar Buka Pendaftaran Bagi Kader

Baca: Pramugari Dilecehkan Direktur Maskapai, Kalau Mau Terbang Harus Tidur dengan Dua Direksi

Baca: Rencananya ODSK Akan Rombak Kabinet, Ini Kata Gubernur Olly Terkait Jadwalnya

Mereka diberi honor Rp 5 ribu per liter dan akan dibayar setiap minggu. Satu orang pekerja bisa memetik sampai 90 liter dalam sehari.

"Dulu satu liter, untuk satu pemetik diberi honor Rp 3.500. Tapi karena ada panen raya, honornya jadi Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu," ucap dia.

Honor setiap pekerja ini sudah diluar makan siang. Bahkan para pemetik cengkih diberi sarapan pagi dan juga makan malam.

Baca: Deretan Artis yang Dijuluki Tukang Pansos, Siapa Saja Itu? Jangan-jangan Ada Idola Kamu Lagi

Baca: Janda Tidur Bareng Brondong 17 Tahun di Hotel, 2 Hari Tak Keluar Kamar, Lalu Kena Razia Aparat

Baca: Imba Sedang Tes Pasar dan Terkesan Hati-Hati Mengeluarkan Pernyataan Politik, Begini Kata Pengamat

Baca: Foto Calon DPD Peraih Suara Terbanyak Ini Digugat ke MK

Baca: Ibu Bhayangkari Lapor Kanit Ditreskrimsus Polda ke Polisi, Saat Melapor Malah Diusir Suami

"Di kebun kami ada 19 pemetik cengkih dari Sangihe. Yah kalau dipotong semua ongkos kerja mereka, kami tetap dapat keuntungan jika mengacu harga cengkih sekarang," ujarnya.

Jiv Langi pemilik kebun cengkih di Desa Lowian, Kecamatan Tompasobaru mengatakan para pekerjanya ada dari Minsel dan dari luar daerah. Harga per liter Rp 4.500.

"Harga itu sudah jadi harga pasaran para pemetik. Memang saat ini panen raya jadi harga pemetiknya juga ikut naik," kata dia.

Sementara itu panuatan Tribun Manado di sejumlah kebun di Kecamatan Tenga, semua pohon cengkih sudah dipetik. Menurut masyarakat di kecamatan ini tak ada kebun yang dibiarkan begitu saja. (Dru)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved