Pileg 2019

Foto Calon DPD Peraih Suara Terbanyak Ini Digugat ke MK

Farouk Muhammad menggugat KPU Nusa Tenggara Barat ( NTB) terkait foto anggota DPD Evi Apita Maya.

Foto Calon DPD Peraih Suara Terbanyak Ini Digugat ke MK
dok. KPU NTB
Foto Evi Apita Maya, peraih suara terbanyak calon DPD RI wilayah NTB 

Ia menjelaskan foto dirinya berbaju putih yang disandingkan dengan surat suara adalah foto di Facebook beberapa tahun lalu saat dia baru melahirkan.

“Foto yang disandingkan dengan baju putih itu sekitar hampir sepuluh tahun yang lalu, usai habis melahirkan, tepatnya pada 13 Oktober 2010,” katanya.

Menurutnya, tudingan pemalsuan dokumen atas foto pencalonan dirinya merupakan kerjaan oknum lawan politik untuk menjatuhkan dirinya dengan cara tidak berbobot.

"Mereka itu nyari kelemahan orang dengan cara tidak berbobot” ujarnya.

Evi mengatakan kemenangan yang didapatkan adalah hasil kerja kerasnya bersama tim dan strategi kampanye untuk menyentuh perhatian masyarakat,

Dia menolak jika disebut banyaknya suara yang diperoleh karena 'foto cantik' yang dia gunakan,

“Saya kira proses lah yang menentukan kemenangan saya ini. Bagaimana kita menggalang dukungan kepada masyarakat dengan cara langsung terjun di pelosok-pelosok,” ungkapnya.

Baca juga: Berebut Kursi DPD di NTB: Mantan Istri TGB Kalah, hingga Evi Apita Menang Karena Foto Cantik

 
Foto Evi sudah diverifikasi

Menanggapi gugatan Farouk Muhammad, Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan pihaknya sudah siap menjawab gugatan pemohon yang akan disampaikan nanti pada Kamis (18/7/2019) mendatang. 

“Pada tanggal 18 nanti, KPU siap menjawab seluruh gugatan pemohon, termasuk nanti Bawaslu akan memberikan keterangan terkait pengawasan dalam proses pemilu ini, yang jelasa kami siap,” kata Soud ditemui di ruangan kerjanya Selasa (16/7/2019).

Soud mengatakan KPU NTB sudah menjalani proses sesuai prosedur dalam pemilu, termasuk verifikasi foto Evi dari penyerahan foto hingga pendatanganan berkas foto.

“KPU jelas telah melakukan verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku, di mana dalam tahap penetapan daftar calon tetap, Evi sudah menyerahkan sendiri fotonya dan telah memparaf fotonya,” terang Soud.

Soud juga mengatakan telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan ke KPU jika ada yang tidak sesuai dengan epdoman pemilu.

Namun tidak ada tanggapan mau kritikan terhadap foto yang dikumpulkan.

“Dalam fase pengumuman daftar calon sementara dan fase daftar calon tetap, pihak KPU telah memberian waktu kepada masyarakat, untuk memberikan masukan atau catatan ataupun protes kepada KPU. Namun sampai diumumkan tidak ada protes terkait soal foto,” kata Soud.

Dia menyebutkan, persoalan ini baru muncul saat pada tahap rekapitulasi hasil suara.

KLIK TAUTAN AWAL KOMPAS.COM

Editor: Aldi Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved