Torang Kenal

Rafika Ponggawa Sebut Pengelolaan Cengkih Tak Melulu Jadi Kretek

Masalah harga cengkih di Sulawesi Utara (Sulut) yang kian anjlok masih menjadi topik yang masih hangat diperbincangkan.

Rafika Ponggawa Sebut Pengelolaan Cengkih Tak Melulu Jadi Kretek
Istimewa
Rafika Ponggawa Sebut Pengelolaan Cengkih Bisa Jadi Produk Selain Kretek 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masalah harga cengkih di Sulawesi Utara (Sulut) yang kian anjlok masih menjadi topik yang masih hangat diperbincangkan.

Tak sedikit warga mengeluhkan terkait harga komoditi emas coklat ini.

Sebenarnya nilai ekonomis komoditi cengkih tak hanya melulu untuk industri kretek.

Hal itu disampaikan oleh Rafika Ponggawa kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (16/7/2019).

"Sebenarnya cengkih itu tak melulu untuk kebutuhan rokok, ya meskipun sebagian besar orang mengetahui cengkih itu adalah untuk kebutuhan rokok," ujar wanita kelahiran 26 September 1993.

Pemilik nama lengkap Rafika Claudia Ponggawa itu mengatakan, cengkih selain untuk rokok bisa diolah untuk minyak, obat-obatan hingga rempah-rempah.

Berita Populer:

Produksi Cengkih Sulut Sudah Tembus 15.000 Ton

* 5 Lowongan Kerja Lulusan SMA Gaji Rp 7,5 Juta, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Gubernur Olly Lobi Sri Mulyani Hapuskan PPn Komoditi Cengkih

Heboh Oknum Polisi Tikam  Sesama Anggota Polri, Ini Tanggapan Kapolda

"Yang saya tahu sih tak melulu untuk rokok, bisa diolah untuk minyak, kosmetik bahkan untuk bahan rempah-rempah," beber pemilik akun Instagram @rafikacaludia.

Bahkan menurutnya, saat ini sudah beredar cengkih yang menghasilkan produk kosmetik.

"Misalnya nih, masker cengkih yang banyak manfaatnya, untuk wajah yang berjerawat," ujar wanita asal Tondano.
Fika sapaan akrabnya, selain kosmetik, cengkih juga sering digunakan sebagai rempah-rempah.

"Sengkih juga bisa dibuat untuk penyedap makanan, jaid lebih ke rempah-rempah gitu, bahkan setahu saya cengkih sering digunakan sebagai pelengkap rempah tradisonal untuk masakan khas di berbagai daerah di Sulut," ujar pemilik akun Facebook Rafika Claudia.

Fika mengatakan, pada dasarnya semua tergantung inovasi dan kemauan.

"Kalau ada kemauan orang bisa berinovasi, dan tidak harus mengandalkan itu itu saja, kita hidup semakin modern jadi apa salahnya kalau kita juga berinovasi asal itu bisa menguntungkan," bebernya.

Ia menambahkan, jadi untuk para petani cingkeh tidak perlu patah arang kalau harga cingkeh saat ini kian anjlok.

"Kalau bisa menghasilkan nilai ekonomi dalam bentuk lain kenapa harus berpatah arang dengan itu itu saja," ungkapnya. (ana)

Jokowi Undang Gubernur Olly Rapat Terbatas, Kota Manado Ketiban Proyek PLTSa

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved