Breaking News:

Peluncuran Roket Antariksa India ke Bulan Tiba-tiba Dibatalkan Saat Hitung Mundur

Misi senilai Rp2 triliun ini akan berfokus pada permukaan Bulan guna mencari air dan mineral serta mengukur gempa di Bulan

ist/Photo: Twitter/@isro
Chandrayaan 

Chandrayaan-2 (Kendaraan bulan- 2) akan mencoba mendarat dengan lunak di kutub selatan Bulan yang jarang dijelajahi.

Dalam misi ini, India menggunakan roket paling bertenaga, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk-III).

Bobotnya 640 ton, hampir 1,5 kali berat pesawat jumbo jet 747 yang terisi penuh. Tingginya 44 meter, setara dengan gedung setinggi 14 lantai.

Adapun bobot psawat antariksa dalam misi ini mencapai 2.379 kg dan punya tiga bagian, pengorbit, pendarat, dan kendaraan penjelajah.

Pengorbit, yang usianya dirancang sampai setahun, akan memotret permukaan bulan dan "mengendus" atmosfer.

Pendarat (dinamai Vikram, sesuai dengan pendiri ISRO), membawa penjelajah Bulan seberat 27kg yang dilengkapi berbagai instrumen untuk menganalisa tanah Bulan.

Dalam 14 hari, kendaraan penjelajah (dinamai Pragyan atau kebijaksanaan dalam Bahasa Sansekerta) bisa menjelajah sehaug setengah kilometre dari pendarat dan akan mengirimkan data serta foto ke Bumi untuk dianalisa.

"India bisa berharap mendapat selfie pertana dari permukaan Bulan begitu kendaraan penjelajah bekerja,' kata Dr Sivan.
Siapa saja yang bekerja dalam tim ini?

Hampir 1.000 ilmuwan dan peneliti bekerja dalam misi ini. Namun, untuk pertama kalinya, ISRO memilih perempuan untuk memimpin ekspedisi antarplanet. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved