Kabupaten Boltim

Program Keluarga Berencana di Kabupaten Ini Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Julius Sanding, penyuluh di Boltim saat ini hanya enam orang melayani 80 desa dari tujuh kecamatan.

Program Keluarga Berencana di Kabupaten Ini Belum Maksimal, Ini Penyebabnya
Tribun Manado/Vendi Lera
Julius Sanding 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Bolaang Mongondow Timur jumlahnya kurang.

Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Julius Sanding, penyuluh di Boltim saat ini hanya enam orang melayani 80 desa dari tujuh kecamatan.

Selama ini, program keluarga berencana seperti pendataan, pembinaan, penyuluhan serta pelayanan tidak maksimal, karena kurangnya tenaga penyuluh.

Baca: Prabowo dan Jokowi Bertemu, Demokrat Sebut AHY Faktor Pembuka Rekonsiliasi

Baca: Ayah dan Anak Tewas Lakalantas Maut, Foto Jenazah Ayah Peluk Anak dalam Satu Peti Mayat Viral

Baca: Pemerintah Anggarkan Rp 6 Juta Per Bulan Biaya Untuk Petugas Kebersihan, Akan Diangkat THL

Baca: Helikopter Berpenumpang Tiga WNA Jatuh di Bandara Internasional Lombok, Ini Kata Dirjen Hubud

Baca: Bupati Minsel Rayakan Pengucapan Syukur di GMIM Efrata Pinamorongan

Tercatat di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, masih tingginya warga mengunakan metode kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil KB. Kontrasepsi suntik 5371 dan Pil 3930 orang.

Sedangkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dianjurkan Pemerintah sangat rendah, Implan 2353, Ayudi 204, MOW 312 dan MOP 50 orang.

"Program KB dari Kami, tak bisa jalan, karena kurangnya tenaga penyuluh," ujar Julius Sanding, Minggu (14/7/2019).

Harusnya tenaga penyuluh di Boltim, ditambah, agar proses penyuluhan dan pemasangan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tidak ada kendala. Sebab kenyataanya satu orang penyuluh harus bertugas melayani 10-20 desa. Jadi memang mereka kerja berat.

Baca: Bupati ROR Dampingi Gubernur Olly Hadir Ibadah Gereja Katolik Lolah

Baca: Desa Bilalang I Bangun Lima RTLH Gunakan Anggaran Desa

Baca: XL Axiata Rampungkan Pembangunan Gedung Sekolah di Lombok Utara

Baca: Eceng Gondok Tutup Sungai Tondano, Pemkab Minahasa Kerahkan Alat Berat

Baca: Family Gathering‎, Keluarga Besar Polres Bitung Dihibur Penyanyi Idol

Kata dia, jika hal ini terus dibiarkan, maka program KB tidak bisa maksimal di Boltim. Sebab perserta KB saat ini 12.366 dari jumlah pasangan usia subur di Boltim 14.443 orang.

Memaksimalkan pelayanan KB mulai dari pendataan hingga pemasangan alat kontrasepsi, dinas mengangkat Pembantu Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Boltim, Ahmad Mulyadi mengatakan, tenaga penyuluh memang sudah menjadi tanggung jawab Provinsi Sulawesi Utara.

Saat ini, penyuluh Kecamatan Tutuyan kosong. Jadi penyuluh di Boltim hanya ada 6 orang bertugas.

"Kami sudah usulkan ke Provinsi Sulut. Namun sampai sekarang belum direalisasi," ujar Ahmad Mulyadi.

Selain itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana terkendala biaya operasional dari APBD. Tahun ini anggarannya Rp400 juta rupiah. Jadi harus didahulukan program perioritas. (Ven)

Penulis: Vendi Lera
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved