Dana Desa

Masyarakat Desa Tak Khawatir Terjadi Banjir, Penyebabnya Karena Pemerintah Lakukan Ini

Masyarakat di Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini tak khawatir lagi jika datang musim penghujan.

Masyarakat Desa Tak Khawatir Terjadi Banjir, Penyebabnya Karena Pemerintah Lakukan Ini
Tribun Manado/Andrew Pattymahu
Penahan air yang dibangun di anak sungai Kecamatan Sinonsayang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat di Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini tak khawatir lagi jika datang musim penghujan.

Penyebabnya karena desa yang berjarak kira-kira 40 kilometer dari Kecamatan Amurang ini sudah menyiapkan penahan air.

Hukumtua atau Kepala Desa Boyong Pante, Ansye Lengkong mengatakan panjang penahan banjir yang dibangun di anak sungai Kecamatan Sinonsayang sepanjang 120 meter.

Namun saat ini baru 64 meter yang dibangun.

Baca: Siswi SMA Jual Keperawanannya Setara Harga Satu Unit Honda CBR250RR Racing Red ABS

Baca: Orangtua Bisa Pantau Anaknya Lewat Jam Tangan Pintar Imoo Watch Phone, Ini Keunggulan Lainnya

Baca: Larang Raffi Ahmad Cium Nagita Slavina, Rafathar Malah Minta Papanya Cium Lantai

Baca: TERUNGKAP Ucapan Barbie, Tak Akan Ada Kasus Ikan Asin jika Pablo Benua & Rey Utami Lakukan Hal Ini

Baca: Ini yang Bikin Yusril Bingung Terkait Permohonan Prabowo-Sandiaga Terkait Sengketa Pilpres ke MA

"Sisanya 56 meter akan dibangun menggunakan dana desa tahap tiga. Untuk tahap satu sudah dibangun 30 meter dan tahap dua saat ini sementara dibangun bronjong sepanjang 34 meter," kata hukumtua lulusan strata dua ini, Jumat (12/7/2019).

Total anggaran yang dibangun untuk penahan banjir sepanjang 120 meter sebesar Rp 600.140.000.

Ini merupakan fasilitas atau sarana umum yang diprioritaskan pemerintah desa.

Baca: Dompet Digital BUMN LinkAja Buka Lowongan Kerja Ini Posisi yang Dibutuhkan, Simak Persyaratannya

Baca: Belum Nikah di Usia 33 Tahun, Ajudan Cantik Iriana Jokowi Curhat, Dia Pun Menjadi Sorotan

Baca: Intip Tampilan Seksi ala Vanessa Angel Saat Liburan di Bali, Tampak Sporty dengan Hotpants

Baca: HUBUNGAN SEDARAH - Ayah Syok Lihat Hubungan Badan Adik-Kakak, Senggama di Depan Istri

Baca: Buka-bukaan Krisdayanti & Farhan soal Total Dana Kampanye Ikut Pileg, 1,5 M hingga Belajar dari Ahok

Ansye menambahkan setiap harinya ada 18 sampai 20 pekerja yang membangun penahan air tersebut.

Semua pekerja ini adalah masyarakat Desa Boyong Pante.

"Daripada kami menyewa tenaga kerja dari luar desa, lebih baik kami memberdayakan masyarakat di desa ini. Pembangunan bronjong (penahan air) tentunya juga untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat," ucap Ansye.

Beberapa tahun lalu anak sungai di kecamatan ini pernah meluap dan membanjiri beberapa rumah warga di desa tersebut. Waktu itu terjadi musim penghujan dengan intensitas tinggi.

"Namun sejak dibangun bronjong (penahan air) tahap satu dan dua, sudah tak ada lagi banjir. Mudah-mudahan dengan pembangunan bronjong tahap tiga desa kami akan aman," kata dia.

Selain membangun fasilitas publik, dandes tahap satu dan dua dimanfaatkan pemerintah desa untuk pemberdayaan masyarakat seperti paralegal dan pelatihan ibu-ibu PKK.

Ansye berterimah kasih kepada pemerintah yang sudah membantu pembangunan desanya melalui dandes. (Dru)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved