Paul Young, Politisi Malaysia Perkosa Wanita Asal Indonesia, Pemerkosaan Terjadi di Rumah Tersangka

Tindakan tak terpuji dilakukan pria bernama Paul Young, politisi Malaysia kepada seorang wanita yang berstatus pembantu rumah tangga

Paul Young, Politisi Malaysia Perkosa Wanita Asal Indonesia, Pemerkosaan Terjadi di Rumah Tersangka
Kolase Tribun-Video.com
Ilustrasi -pemerkosaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MALAYSIA - Tindakan tak terpuji dilakukan pria bernama Paul Young, politisi Malaysia kepada seorang wanita yang berstatus pembantu rumah tangga asal Indoensia yang bekerja di negeri tersebut.

Siswi di Kabupaten OKU Ini Dicabuli Kakak Iparnya Sejak Kelas 5 SD hingga Kelas 9 SMP
Siswi di Kabupaten OKU Ini Dicabuli Kakak Iparnya Sejak Kelas 5 SD hingga Kelas 9 SMP (SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO)

Politisi Malaysia yang merupakan Executive Councillor (Exco) Negara Bagian Perak di Malaysia, Paul Young, dilaporkan warga negara Indonesia atas tuduhan pemerkosaan.

Paul Young saat ini sudah ditangkap polisi atas tuduhan pemerkosaan terhadap WNI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI telah mendapat akses konsuler dan menemui WNI yang jadi korban pemerkosaan itu.

Baca: Kita Bisa Lihat Karakter Diri sendiri, Istri atau Pacar dari Tinggi Jari Kelingking, Ini Panduannya

Baca: Terharu Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Ashanty dan Anang, Aurel Hermansyah: Kalian Memang Terbaik

Baca: 13 Jenderal Polisi Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK, Satu TNI Gagal, 192 Pendaftar Lolos

Pejabat Konsuler dan Atase Polri telah bertemu Kepala Polisi Wilayah Perak di Ipoh pada Kamis (11/7/2019).

Mereka juga telah bertemu WNI tersebut.

"Saat dikunjungi, kondisi fisik korban dalam keadaan baik, meskipun secara psikis mengalami trauma," ujar Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha melalui pesan singkat, Jumat (12/7/2019), dilansir dari Antara.

Judha menegaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur akan terus memonitor proses penegakan hukum terhadap pelaku.

KBRI pun memberikan perlindungan agar korban merasa tenang selama proses hukum berjalan.

"Untuk memberikan ketenangan kepada korban, kami mengupayakan agar yang bersangkutan dapat tinggal di shelter KBRI Kuala Lumpur selama proses hukum berlangsung," ujar Judha.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved