Perampokan Toko Emas
2 Warga Malaysia Rampok Toko Emas di Indonesia, Belajar dari YouTube
Tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. MNI pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua warga negara Malaysia nekat merampok toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Tim gabungan dari Polresta Tangerang, Polda Banten, dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil membekuk keduanya.
Pria berinisial MNRF (26) dan MNI (24) ternyata residivis kasus yang sama di negeri Jiran itu.
Motifnya ingin mencari tambahan biaya buat bekerja di Jepang.
“Tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. MNI pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia.”
Demikian Kapolres Kota Tangerang, Kombes Sabilul Alif, saat merilis pengungkapan kasus perampokan emas di Polresta Tangerang, Kamis (11/7/2019).
Baca: Fakta Lain Penemuan Jasad Pendaki Thoriq, Eko Wanadri Azan & Duduk 1,5 Jam Lalu Ajak Tim Balik
Baca: Potret Gaya Hidup Aaliyah Massaid, Kerap Tampil Mewah Bak Sosialita Muda
TONTON JUGA :
MNI pun dipenjara dan bebas 3 Juni 2019. Sedangkan MNFR berasal dari keluarga berkecukupan.
MNFR, kata Sabilul, memiliki keinginan bekerja di Jepang. Namun, dia tidak memiliki cukup uang. MNFR, akhirnya berencana merampok toko emas.
“Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ikhwal perampokan toko emas melalui video di kanal YouTube,” tutur Sabilul.
MNFR kemudian menceritakan niatnya kepada temannya berinisial MS. Oleh MS, MNFR dikenalkan kepada MNI.
Akhirnya MNI sepakat mengikuti MNFR merampok toko emas asalkan segala biaya perjalanan ditanggung.
“MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan.
"Adapun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang,” papar Sabilul.
Sabilul meneruskan, MNFR dan MNI tidak memiliki guide atau pemandu di Indonesia.
Keduanya mengetahui lokasi dengan mempelajarinya aplikasi Waze dan aplikasi Google Street View.
Sabilul mengatakan, usai beraksi di Indonesia, keduanya bergegas kembali ke Malaysia sambil membawa emas hasil rampokan.
“Meski ada keterbatasan aturan negara setempat, namun kami masih terus cari barang bukti emas itu,” ujarnya.
Sabilul juga menerangkan, pada 28 Juni, keduanya merampok di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia.
Atas informasi dari penyidik Polri, PDRM mengungkap perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor itu.
Keduanya pun, kata Sabilul, kemudian ditangkap dan ditahan PDRM pada Selasa (2/7/2019) lalu.
Dikatakan Sabilul, usai melakukan merampok toko emas di Balaraja, MNRF dan MNI kabur ke Gerbang Tol Karawaci.
Di daerah Karawaci, mereka membuang baki emas, dudukan gelang, serta senjata api replika yang ternyata korek gas.
Mobil rental
Kedua begundal MNFR dan MNI juga sempat mengganti kaca mobil di Cimone, Tangerang karena kaca belakang mobil pecah akibat lemparan batu dari warga.
Kendaaraan yang digunakan terduga pelaku, akhirnya teridentifikasi yakni milik rental mobil di Jakarta Utara.
Dari keterangan pemilik rental, Sabilul berujar, diperoleh identitas MNFR dan MNI.
Keterangan itu, diperkuat foto salah satu terduga pelaku yang diambil oleh pemilik rental mobil.
“Wajah dan postur tubuh pada foto itu identik dengan foto pelaku yang terekam CCTV SPBU dan toko emas,” kata Sabilul.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cari Modal ke Jepang, Dua Pemuda Asal Malaysia Rampok Toko Emas di Balaraja
Berita Populer:
Baca: Ketika Emosi SBY Belum Stabil, Lihat Apa yang Ia Lakukan Saat Tahlilan 40 Hari Ani Yudhoyono
Baca: Fakta Lain Penemuan Jasad Pendaki Thoriq, Eko Wanadri Azan & Duduk 1,5 Jam Lalu Ajak Tim Balik
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO
Baca: Kisah Menyayat Hati Danjen Kopassus RI Pertama Idjon Djanbi, Dilengserkan & Pergi Tanpa Penghormatan
Baca: Pesona Barbie Kumalasari Buat 2 Berondong Tampan Jatuh Hati, Benarkah 3 Hal Ini Jadi Daya Tariknya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dua-wn-malaysia-rampok-toko-emas.jpg)