Kasus Suap

Asisten Pribadi Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar dari Sekjen KONI

Asisten pribadi Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, membantah terima Rp 11,5 miliar dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

Asisten Pribadi Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar dari Sekjen KONI
Antara via Kompas.com
Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy selaku terdakwa kasus korupsi dana hibah KONI menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Asisten pribadi Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, membantah terima Rp 11,5 miliar dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

Bantahan tersebut disampaikan Ulum saat dikonfirmasi Jaksa KPK pada sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Pada sidang tersebut menghadirkan juga Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy sebagai saksi. Ending mengaku pernah memberikan uang Rp 3 miliar kepada Ulum.

Saat itu, Ulum bersama staf protokoler Arif Susanto menerima uang itu di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Kalau tidak salah Rp 3 miliar diserahkan Pak Johnny sebelum di ruangan saya dan diserahkan langsung Pak Ulum membawa stafnya pak Arif (Susanto)," kata Ending.

Baca: Fakta Lain Penemuan Jasad Pendaki Thoriq, Eko Wanadri Azan & Duduk 1,5 Jam Lalu Ajak Tim Balik

Baca: Potret Gaya Hidup Aaliyah Massaid, Kerap Tampil Mewah Bak Sosialita Muda

TONTON JUGA :

Johny yang dimaksud Ending adalah Bendahara KONI Johny E Awuy.

Ending mengatakan, uang yang diserahkan kepada Ulum terkait proposal dana hibah KONI yang diajukan ke Kemenpora.

Total uang yang diterima Ulum sebesar Rp 11,5 miliar dalam lima kali penyerahan.

Uang suap itu diserahkan atas sepengetahuan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved