PDIP Pilih Ketua DPC,  Berkaca Kasus Whisnu di Surabaya, Usulan Daerah tak Mutlak

Usulan daerah untuk posisi Ketua Ketua DPC PDIP tak mutlak. Kewenangan mengeluarkan rekomendasi ada di ranah Dewan Pimpinan Pusat PDIP

PDIP Pilih Ketua DPC,  Berkaca Kasus Whisnu di Surabaya, Usulan Daerah tak Mutlak
Istimewa
Ketua DPD I PDIP Sulut Olly Dondokambey pimpin kampanye rapat umum PDI Perjuangan di Kabupaten Minahasa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PDIP kabupaten/kota akan menggelar konferensi cabang ,  Rabu (17/7/2019). Ajang itu akan jadi pengukuhan bagi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  PDIP.

Usulan daerah untuk posisi Ketua DPC  PDIP tak mutlak. Kewenangan mengeluarkan rekomendasi ada  di ranah Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  PDIP. 

Kasus usulan DPC, kemusian hasilnya berbeda dengan keputusan DPP bisa ambil contoh ketika pemilihan Ketua DPC PDIP Surabaya. 

PAC mengusulkan ke DPP PDIP nama Whisnu Sakti Buana memimpin DPC PDIP Surabaya. 

Belakangan, hasil keluar dari DPP,  Ketua DPC PDIP Surabaya dipercayakan ke Adi Sutarwiyono

Sekretarias DPD PDIP Sulut,  Frangky Wongkar membenarkan seperti itulah aturan tersebut. Daerah mengusulkan kemudian diputuskan DPP

15 DPC PDIP di Sulut pun sudah mengajukan nama calon. Jumlahnya bervariasi tiap daerah. Ada yang calon tunggal,  tiga nama,  bahkan lima nama. 

"Agenda Konfercab itu pengesahan rekomendasi DPP untuk posisi ketua,  sekretaris dan bendahara (KSB), " kata Wakil Bupati Minsel ini kepada tribunmanado. co. id,  Kamis (11/7/2019).

Mekanisme itu memang  aturan partai, agenda konfercab lainnya yakni ketua terpilih bersama formatur membahas struktur pengurus

"Yang direkomendasikan itu KSB kelengkapan dibahas oleh tim formatur dalam konfercab," ungkap dia. 

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved