Sulut Akan Bangun Kota Baru: Begini Anggaran yang Harus Disiapkan Investor

Reklamasi Pantai Sindulang hingga Tumumpa, sepanjang Jalan Boulevard II, Kota Manado membutuhkan dana Rp 5,2 triliun.

Sulut Akan Bangun Kota Baru: Begini Anggaran yang Harus Disiapkan Investor
Tribun manado / Ryo Noor
Sejumlah Investor tertarik mengerjakan reklamasi di Manado Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Reklamasi Pantai Sindulang hingga Tumumpa, sepanjang Jalan Boulevard II, Kota Manado membutuhkan dana Rp 5,2 triliun. Sebelumnya tiga konsorsium tertarik megaproyek ini. Belakangan mencuat satu konsorsium lokal, punya dukungan pengembang raksasa.

Rencananya reklamasi sepanjang 7 kilometer di Jalan Boulevard II. Kemudian dari pantai ke arah laut 250 meter. Luas area reklamasi 1.750.000 meter persegi atau 175 hektare.

Baca: Tiket Pesawat Diskon 50 Persen: Ini Hari dan Jam Beli Tiket Murah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sudah menyiapkan regulasi, tinggal menunggu action dari investor. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sulut , Ricky Tumandoek mengatakan, regulasi dimaksud, Peraturan Daerah (Perda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (WP3K) atau lebih familiar disebut Perda Zonasi.

"Secara regulasi sudah diatur dengan Perda Zonasi, wilayah dimaksud (teluk) sudah diatur peruntukannya," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu (10/7/2019). Ricky mengatakan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey sangat terbuka menyambut para investor, pengembangan reklamasi Teluk Manado bagian utara ini. Kata dia, reklamasi untuk menunjang pariwisata.

Di atas lahan reklamasi itu bisa dibangun infrastruktur penunjang pariwisata. Bahkan sudah di atur. Di atas lahan reklamasi tersebut 16 persennya jadi milik pemerintah. Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sulut juga sempat menyentil soal penataan ruang.

Baca: Siswi SMA di Kota Ini Disetubuhi Ayah Angkat, Terungkap Ketika Korban Curhat ke Polisi

Ricky mengatakan, ada penyesuaian sehingga butuh di-review kembali. Saat regulasi sudah ada, kini tinggal tindak lanjut dari investor, tentu menuntaskan masalah perizinan. "Tinggal tunggu action investor seperti apa," ungkap dia.

Beberapa waktu lalu, sudah ada calon investor yang memaparkan rencana reklamasi, lengkap area dan titik koordinat lokasi. Termasuk maket pengembangan properti di atas lahan itu. "Tinggal (investor) memulai. Koordinasi dengan dinas, perizinan kan harus lengkap secara administrasi perizinan. Yang penting perusahaan jelas dan investasi jelas," kata dia.

PT Membangun Sulut Hebat (MSH), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulut, dipercayakan Pemprov Sulut untuk mengelola. Sejumlah perusahaan telah membentuk konsorsium tertarik mengerjakan proyek reklamasi.

Menurut Komisaris Utama PT MSH Mikson Tilaar, untuk pengerjaan proyek, telah dibuka. Silakan perusahaan bersaing secara terbuka dan sehat, istilah beauty contest.

Informasi yang diperoleh tribunmanado.co.id, ada 3 konsorsium tertarik proyek ini. Satu yang mencuat, konsorsium lokal. Terdiri dari beberapa perusahaan lokal yang punya dukungan pengembang raksasa.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved