Polisi Perpanjang Penjagaan Tambang Bakan, Kapolres Jamin Tak Ada Lagi Aksi Penambangan

Mestinya warga diberi pendampingan agar bisa mengelolapertambangan dengan benar

Polisi Perpanjang Penjagaan Tambang Bakan, Kapolres Jamin Tak Ada Lagi Aksi Penambangan
tribun manado/maickel karundeng
lokasi tambang bakan 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Polres Kotamobagu memperpanjang masa penertiban tambang liar Bakan, dari tujuh hari menjadi sebulan.

Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Siahaan menyatakan, perpanjangan masa penertiban dilakukan untuk menjamin tidak ada lagi pertambangan liar di Bakan. "Kami putuskan untuk perpanjang," kata dia.

Gani menjelaskan, hingga saat ini aparat terus berjaga di lokasi tambang. Jumlah aparat 70 orang, terdiri
dari aparat Polres Kotamobagu dan Polsek Lolayan.

Terkait kemungkinan masih ada yang tetap nekat melakukan aksi penambangan, Gani menjamin tidak ada lagi aktivitas  pertambangan di lokasi.

"Kalau ada yang sebut ada aktivitas pertambangan itu bohong, sebab kami berjaga terus," kata dia.

Sementara itu pasca penutupan tambang, sejumlah warga Bakan kepada Tribun Manado mengaku terdampak, mereka sulit memenuhi kebutuhan hidup.

"Kami menjalani kehidupan yang sulit, ingin bertani tapi harus mulai dari nol lagi," kata seorang warga yang enggan namanya disebut.

Menurut dia, langkah penertiban itu tidak tepat. Mestinya warga diberi pendampingan agar bisa mengelola
pertambangan dengan benar. "Tidak seperti ini, lantas bagaimana nasib kami," kata dia.

Pemkab Bolmong sendiri menjanjikan solusi yakni pembentukan wilayah pertambangan rakyat (WPR) di lokasi tambang Bakan. (*)

Menurut Sekda Bolmong Tahlis Gallang, Pemkab tengah mengusahakan hal itu.

"Kami sedang musyawarah dengan JRBM, setelah itu akan ajukan WPR ke Pemprov," kata dia.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Charles_Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved