PT Pelindo

Pelindo IV Siapkan Rute Bitung - Davao, Pangkas Biaya dan Waktu Ekspor ke Filipina

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mendukung penuh program ekspor langsung dari Bitung ke Filipina melalui Davao

Pelindo IV Siapkan Rute Bitung - Davao, Pangkas Biaya dan Waktu Ekspor ke Filipina
Foto Istimewa/dok.Pelindo IV
Suasana Pelabuhan Bitung, salah satu pintu masuk dan keluar barang di Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mendukung penuh program ekspor langsung dari Bitung ke Filipina melalui Davao.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, pihaknya  segera menyiapkan rute Bitung-Davao.

"Hal ini sesuai permintaan Presiden Jokowi sewaktu berkunjung ke Manado, pekan lalu," kata Farid ke Tribun Manado, Selasa (09/07/2019).

Pelindo IV sendiri sudah pernah menyiapkan rute Bitung Davao untuk ekspor langsung ke Filipina, menggunakan Super Shuttle RoRo 12.

Ketika itu, Jokowi bersama Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melepas kapal RoRo tersebut untuk menempuh pelayaran perdana dari Davao menuju PeIabuhan Bitung, pada 30 April 2017 silam.

Pembukaan rute Davao-Bitung saat itu seakan menjadi pelepas dahaga karena ekspor Sulut sebelumnya dilakukan memutar, lewat Jakarta lalu singgah ke Singapura sebelum melawat ke Manila hingga akhimya ke Davao.

Tercatat, total ekspor Sulut ke Filipina, sebelum pembukaan rute Davao-Bitung, mencapai 23,82 juta US Dollar.

Rute Bitung-Davao sendiri merupakan bagian dari Master Plan Konektivitas ASEAN dan cetak biru dari East Asean Growth Area yang sudah dirintis sejak 1994.

Inisiatif ini melibatkan empat negara ASEAN, yakni Indonesia, Brunei, Malaysia dan Filipina.

Saat itu, Kementerian Perhubungan mengestimasi bahwa waktu tempuh rute Davao-General Santos-Tahuna-Bitung hanya mencapai delapan hari dengan ongkos 550 dolar AS per TEUs.

Waktu dan biaya inl jauh lebih irit dibandingkan dengan jalur konvensional Bitung ke Manila yang mencapai lima minggu dengan biaya 2.000 dollar AS per TEUs.

Kemenhub juga bahkan meminta kepada pihak Pelindo IV agar memberikan diskon khusus untuk pelayaran Bitung Davao.

“Kami pada prinsipnya setuju untuk memberikan insentif berupa  diskon khusus tersebut," tukas Farid.

Dia menambahkan, sebagai pemicu untuk meningkatkan volume ekspor ke Filipina dan sebaliknya, harus ada barang balik berupa kebutuhan rumah tangga dan elektronik yang dapat langsung dikirim dari Filipina ke Bitung, sehingga rute tersebut akan bertahan.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved