Berita Daerah

Masalah Sampah Memang Tak Kunjung Habis

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terus mencari solusi untuk penanganan sampah.

Masalah Sampah Memang Tak Kunjung Habis
tribunmanado.co.id/Giolano Setiay
Dr Tommy A Soleman M Kes. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terus mencari solusi untuk penanganan sampah.

Di wilayah pemukiman masyarakat menjadi sasaran utama.

"Memang sekarang dari kami memfokuskan untuk penanggulangan sampah yang sebagian besar dari wilayah pemukiman," tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mitra, Dr Tommy A Soleman M Kes

Soleman menjelaskan, masalah sampah yang kerap mengganggu, menjadikan tantangan tersendiri bagi Dinas terkait untuk terus melakukan tindakan dan mencari solusi penanganannya.

"Kebanyakan sampah dihasilkan dari masyarakat. Untuk itu perlu kerjasama warga dalam membantu menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya," terangnya.

Dinas Lingkungan Hidup terus mencari solusi untuk meminimalisir volume sampah.

Baca: Hasil Penelitian, Perangkat WiFi Bisa Pengaruhi Tingkat Kesuburan Pria

Baca: Kawin di Bawah Umur Masih Ditemui di Bolmong, Berikut Risiko Nikah di Usia Dini Terlebih Perempuan

Baca: Kepulangan Rizieq Syarat Islah Jokowi-Prabowo: Begini Kata Ketua Gerindra Sulut

Sebelumnya pemerintah sudah mengumumkan untuk pengurangan penggunaan sampah plastik.

"Jadi bawa air minum tak boleh botol plastik. Contohnya air minum kemasan."

"Kepada masyarakat juga diimbau melalui pemerintah Kecamatan dan Kelurahan untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena itu penyebab sampah yang paling utama," jelas Soleman.

Soleman memaparkan, program lain dari Dinas Lingkungan Hidup yakni The komposer. Yaitu program yang dimaksudkan untuk pengurangan sampah Organik.

"Ini program yang terus kita jalankan untuk bisa mengatasi masalah sampah yang ada. The komposer ini ditanam dalam tanah tapi disisakan lubang untuk akses pembuangan sampah organik seperti sisa-sisa makanan," paparnya.

Bahan yang digunakan berupa tempat sampah yang berukuran besar. Dilubangi setiap sisi agar bisa terjadi proses penyerapan ditanah. Sehingga sampah organik yang masuk, bisa dibiarkan hingga berminggu-minggu.

"Nantinya dia akan hancur dengan sendirinya dan menyerap kedalam tanah. Ini jadi solusi terbaik untuk penanganan sampah organik," ujar Soleman.

Meski begitu, Soleman mengatakan, pemerintah tetap akan menggandeng masyarakat untuk bersama memperhatikan kebersihan lingkungan.

"Karena sampah yang paling banyak, dihasilkan dari masyarakat. Entah kebutuhan sehari-hari yang tentunya akan menyisahkan sampah. Intinya mari kita peduli akan sampah untuk kebersihan dan kesehatan kita bersama," tandasnya.(Ano)

Baca: Ini Dampak Kesehatan Kenakan Jins yang Tak Pernah Dicuci

Baca: Berkat Bulu Ayam, Polisi Ungkap Satu Kasus Pembunuhan

Baca: Di Era Ini Polisi Mudah Dilihat dan Mudah Dihubungi

Baca: Banderol sang Istri Rp 2 Juta, Anak Jadi Alasan, Ini Fakta Lainnya

Baca: Mahkamah Konstitusi Proses 9 Gugatan Peserta Pemilu dari Sulut, KPU Siap Hadapi

Baca: Ini Pengakuan Sang Anak yang Temukan Mayat Ayahnya dalam Sumur!

 

Klik di sini

Penulis: Giolano Setiay
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved