Editorial Tribun Manado

Berantas Kejahatan atau Mengembalikan Kejahatan?

Disebutkan bahwa ada beberapa faktor penyebab angka kejahatan di Belanda berkurang sehingga berimbas pada sepinya penjara.

Berantas Kejahatan atau Mengembalikan Kejahatan?
(Amusingplanet.com)
Penjara Het Arresthuis di Belanda yang sekarang menjadi hotel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada kabar gembira, tapi dari negeri Belanda. Disebutkan bahwa negara itu telah menutup banyak lembaga pemasyarakatannya.

Kabar pada 2017 menyebut, sejak 2013 sudah 24 lapas ditutup karena kekurangan penjahat.

Namun, kebalikan dari kabar baik ini, sudah hampir 2.000 orang kehilangan pekerjaan mereka.

Mengutip kabar kompas.com, penjara-penjara di Belanda sudah mulai kekurangan ‘penghuni’ sejak 2004 alias 15 tahun lalu.

Bahkan, karena penjara-penjara itu mulai sepi, Belanda malah berbaik hati dengan ‘mengimpor’ ratusan pelaku kriminal dari Norwegia.

Disebutkan bahwa ada beberapa faktor penyebab angka kejahatan di Belanda berkurang sehingga berimbas pada sepinya penjara.

Di antaranya, melonggarkan hukum terkait penggunaan narkoba dengan fokus kepada rehabilitasi.

Faktor lainnya, mengenakan gelang kaki untuk mengawasi para terpidana sehingga mereka bisa berbaur di masyarakat.

Pemakaian gelang kaki ternyata dianggap lebih ampuh menurunkan potensi seseorang melakukan tindak kriminal, bahkan penurunannya hingga setengah dibanding sistem hukuman tradisional.

Baca: 113 Napi Kabur di Banda Aceh, Pemerintah Didesak Atasi Overcrowding Lapas

Baca: Duh, Rutan Malendeng Over Kapasitas

Baca: Inilah 7 Lapas dengan Jumlah Narapidana dan Tahanan Terbanyak di Indonesia

Para warga binaan lapas ternyata tidak menghabiskan waktu di penjara; mereka malah diberi kesempatan berbakti untuk masyarakat sebagai retribusi atas kejahatan mereka.

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved