Berita Kesehatan

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Karena Sakit Kanker Paru-paru, Gejala Awal Penyakit Ini Tak Disadari

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Karena Sakit Kanker Paru-paru, Gejala Awal Penyakit Ini Tak Disadari
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho terkait pembaruan informasi gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jumlah Korban Meninggal Dunia dan Hilang Akibat Bencana pada 2018 Paling Besar Sejak 2007, http://wartakota.tribunnews.com/2018/10/26/sejak-januari-hingga-oktober-2018-terjadi-1999-bencana-alam-di-indonesia-3548-orang-meninggal. Penulis: Dwi Rizki Editor: Yaspen Martinus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat WhatsApp.

"Iya, benar (informasi yang menyebutkan Bapak Sutopo meninggal dunia)," kata Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdatinmas BNBP, Yahya Djunaid seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu.

Sutopo sebelumnya bertolak ke Guangzhou, China, untuk berobat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Hal itu pernah disampaikan Sutopo dalam akun Instagram miliknya, @sutopopurwo pada Sabtu (15/06/2019).

Perlu diketahui, kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang menyebabkan kematian tertinggi.

Baca: Khabib Nurmagomedov, Dikabarkan Kembali Ribut dengan Petarung Amerika Serikat, Nate Diaz

Baca: Sudah Dekat Garis Finis, Pelari Ini Justru Gagal Juara, Ditikung Lantaran Asyik Lakukan Selebrasi

Baca: Jadwal dan LINK Live Streaming Final Copa America 2019 Brasil vs Peru

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengungkapkan, sebagian besar pasien kanker paru-paru datang berobat pada stadium lanjut, yaitu 3 dan 4.

Hal itu karena kebanyakan kasus kanker paru-paru tak memunculkan gejala awal.

"Kalau masih kecil (tumor) biasanya tak terasa apa pun. Kanker paru mulai bergejala ketika mengenai organ lain dan ukurannya lebih besar," kata Agus seperti dikutip dari Kompas.com.

Jika muncul gejala, biasanya penyakit sudah stadium lanjut.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved