Begini Kata Pengamat soal Keinginan Jokowi Masukkan Milenial di Kabinet Jokowi Periode Kedua

Wacana masuknya menteri dari kalangan milenial di Kabinet Jokowi periode keduanya terus menjadi perbincangan.

Begini Kata Pengamat soal Keinginan Jokowi Masukkan Milenial di Kabinet Jokowi Periode Kedua
Kolase foto Instagram-Raja Antoni/Tribunnews
Jokowi - Tsamara Amanay dan Grace Natalie 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wacana masuknya menteri dari kalangan milenial di Kabinet Jokowi periode keduanya terus menjadi perbincangan. Hal ini setelah Pak deh, sapaan akrabnya mengisyaratkannya.

Capres terpilih 2019 Joko Widodo (Jokowi) membeberkan calon menteri untuk mengisi kursi di kabinet barunya, di periode tahun 2019-2024.
Capres terpilih 2019 Joko Widodo (Jokowi) membeberkan calon menteri untuk mengisi kursi di kabinet barunya, di periode tahun 2019-2024. (Capture Kompas Tv)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan bakal memilih menteri dari kalangan milenial atau anak muda dalam kabinet 2019-2024.

Beberapa nama pun bermunculan digadang-gadang layak masuk ke pemerintahan.

Beberapa nama yang masuk kandidat diantaranya CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Nadiem Makarim, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Andi Gani Nena Wea yang saat ini menjabat Presiden Komisaris PT PP.

Baca: Siswi SMP Ini Nekat Berhubungan Intim di Toilet, Begini Adat Diberlakukan

Baca: Begini Keunikan Pertunangan Tsamara Amany dan Ismail Fajrie Alatas, Risalah Sidang BPUPKI Jadi

Baca: Rasyid Resmikan PTSP Kemenag Sangihe

Andi juga tercatat menjadi Preskom termuda di BUMN, CEO Bukalapak Achmad Zaky, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dan Angela Tanoesoedibjo putri bos MNC Grup Harry Tanoesoedibjo.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik, Dedi Kurnia Syah Putra menilai, ide membuka porsi untuk kalangan millenial masuk jajaran kabinet layak diapresiasi.

Menurutnya, tokoh muda potensial cukup banyak.

Dedi menjelaskan, yang terpenting saat ini, Presiden Jokowi jangan hanya melihat usia muda tapi juga punya kemampuan dan kualitas sesuai dengan kebutuhan.

Jokowi juga harus mencari siapa-siapa saja yang 'berkeringat' dalam pemenangannya, jangan asal tunjuk saja.

"Tentu pilih yang sesuai dengan kapasitas dan kontribusi dalam pemenangan petahana, Presiden tidak hanya memilih menteri berusia muda tapi harus punya kemampuan manajemen, mengeksekusi program dan pengalaman organisasi," ujar Dedi kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved