Bolmong

Pengembangan Sawit Jalan Terus, Yasti : Kami tak Mungkin Gugurkan Izin yang Sudah Keluar

Pengembangan tanaman kelapa sawit di Kabupaten Bolmong jalan terus meski Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan menolak mengeluarkan izin tanaman

Pengembangan Sawit Jalan Terus, Yasti : Kami tak Mungkin Gugurkan Izin yang Sudah Keluar
TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG
Diskusi Wartawan dengan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengembangan tanaman kelapa sawit di Kabupaten Bolmong jalan terus meski Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan menolak mengeluarkan izin tanaman tersebut.
Bupati Bolmong Yasti Supredjo kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya mendukung langkah Pemprov terkait sawit.
"Tapi kita tidak bisa membatalkan izin perkebunan sawit yang sudah ada sebelumnya," kata dia.
Sebut Yasti, izin perkebunan sawit sudah keluar sejak pemerintahan Marlina Moha Siahaan dan Salihi Mokodongan.
Membatalkannya pada saat ini mengandung resiko besar.
"Seperti kasus PT Melisa di Poigar, kita harus ganti Rp 6 miliar karena izinnya sudah keluar di masa Bupati sebelumnya dan digugurkan pejabat Bupati," kata dia.
IKUTI YOUTUBE TRIBUN MANADO
Yasti maklum akan adanya penolakan sejumlah masyarakat.
Ia akan mendorong musyawarah antara pihak perusahaan dan masyarakat untuk mencari solusi.
Sebut Yasti, luas areal sawit di Bolmong mencapai 69 ribu hektare.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Taufik Mokoginta mengatakan, ada sembilan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Bolmong.
Kesembilannya tersebar di Kecamatan Sangtombolang, Lolak, Passi, Lolayan, Bolaang Timur serta Poigar.
"PT Anugerah Bolmong Indah, PT Anugerah Bolmong Indah, PT Bol Indah Utama, PT Bol Indah Perkasa, PT Global Internasional Indah, PT Inobonto Indah Perkasa, PT Karunia Kasih Indah, PT Sino Global Perkasa, dan PT Tomini Indah Perkasa," kata dia.
Ungkap dia, konsep pemgembangan sawit di Bolmong menitikberatkan pada penambahan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Perusahaan tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Mengenai tudingan sejumlah pihak bahwa sawit akan merusak lingkungan, ia menyatakan, sudah ada tinjauan lingkungan sebelum izin dikeluarkan. 

 
 
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved