Berita Terkini

VIDEO Detik-detik UNESCO Tetapkan Peninggalan Tambang Batubara Ombili Sebagai Warisan Dunia

kota tambang batu bara tertua di kawasan Asia Tenggara, yang dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda sejak akhir abad ke-19, menurut UNESCO

VIDEO Detik-detik UNESCO Tetapkan Peninggalan Tambang Batubara Ombili Sebagai Warisan Dunia
tangkapan Layar Instagram @hilmarfarid
Putusan_Organisasi_Pendidikan,_Ilmu_Pengetahuan,_dan_Kebudayaan_PBB_(UNESCO)_menetapkan_pertambangan_batubara_era_kolonial_Ombilin_di_Sawahlunto,_Sumatra_Barat_sebagai_warisan_dunia_kategori_budaya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini Sejarah Mencatat dengan Putusan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan pertambangan batubara era kolonial Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat sebagai warisan dunia kategori budaya.

Penetapan tersebut dilakukan pada sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Pusat Kongres Baku, Azerbaijan, Sabtu siang (6/7/2019).

Pertambangan batu bara zaman kolonial Ombilin di Sawahlunto atau "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto", Sumatera Barat, ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dalam sesi Sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Gedung Pusat Kongres Baku di Baku, Azerbaijan.

Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, adalah salah-satu kota tambang batu bara tertua di kawasan Asia Tenggara, yang dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda sejak akhir abad ke-19, menurut UNESCO dalam situs resminya.

Peninggalan tambang batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat, telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, melalui sidang umumnya di Baku, Azerbaijan, Jumat (05/07).

Baca: Olly Resmikan Gedung Poliknik dan Rawat Inap Victory RSU GMIM Bethesda Tomohon

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Peninggalan kota lama tambang batubara Sawahlunto ini adalah warisan budaya dunia ke-5 Indonesia yang telah diakui UNESCO, demikian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya adalah kawasan percandian Borobudur (1991), candi Prambanan (1991), situs manusia purba Sangiran di Sragen dan Karanganyar (1996), serta sistem pemerataan pembagian Air Subak untuk Pertanian di Bali (2012).

"Kita bangga warisan budaya kita ditetapkan sebagai warisan dunia.

Ini berarti tugas kita untuk pelestarian warisan budaya semakin dituntut," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, dalam keterangan tertulis, Sabtu (06/07).

Halaman
1234
Penulis: Reporter Online
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved