Sawah Tercemar Limbah

Bulir Padi Membiru lalu Kering, Wahidin Ngaku Merugi

"Saya heran dengan padi ini. Sebab kejadian baru kali ini," ujar Wahidin Mokoagow.

Bulir Padi Membiru lalu Kering, Wahidin Ngaku Merugi
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
SAWAH TERCEMAR - Petani di Buyat Selatan Wahidin Mokoagow mengaku bakal gagal panen dan merugi. Padinya biru dan kering, diduga tercemar air limbah tambang ilegal. (Ven) 

Namun, atas temuan ini. Maka besok tim penyuluh akan turun mengecek ke lokasi.

Kata dia, air yang mengisi sawah berasal dari irigasi induk. Hampir 146 hektar dialirinya. Namun paling rentan dan rusak. jika air terbukti tercemar ada sekitar 86 hektar.

"Kami akan turun cek. Apakah hama penyakit lain atau air tercemar," ujar Gia Modeong.

Sejauh ini, hasil pertanian di wilayah Buyat sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya cetak sawah baru.

Kepala Dinas DLH Bolang Mongondow Timur, Sjukri Tawil mengatakan, tambang menjadi wewenang Provinsi Sulut. Namun DLH Boltim, tetap mengawasi perkembangan proses tersebut.

"Masalah, dampak lingkungan, menjadi perioritas. Maka kami sudah turun waktu lalu, untuk cek," ujar Sjukri Tawil.

Ia menambahkan, ke depan Dinas Lingkungan Hidup akan lebih serius terkait masalah dampak lingkungan dari pertambangan atau lainnya. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved