Pilpres 2019

AHY Dapat Saingan 2 Kader Demokrat, Masuk Dalam Kabinet Menteri Jokowi-Ma'ruf, Ini Sosoknya

Ada tiga kader Partai Demokrat yang bisa digaet Jokowi untuk membantunya dalam kabinet, hingga lima tahun ke depan.

AHY Dapat Saingan 2 Kader Demokrat, Masuk Dalam Kabinet Menteri Jokowi-Ma'ruf, Ini Sosoknya
Biro Pers Istana/Haryanto
Komandan Satgas Bersama Pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Selasa (6/3/3018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga kader Partai Demokrat berebut kursi kabinet menteri Jokowi-Maruf hingga lima tahun ke depan.

Hal itu dikatakan oleh Saiful Anam, pengamat politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta.

Selain Agus Harimurti Yudhoyono ada dua sosok kader yang dapat dipercaya Jokowi-Maruf.

Kader pertama yang dimaksud Saiful Anam adalah pendiri Partai Demokrat, HM Darmizal MS.

Darmizal telah mendukung Jokowi sejak 6 Mei 2018, dengan mendirikan Relawan Jokowi atau ReJo.

Menurutnya, Darmizal dikenal sebagai sosok pebisnis dan piawai dalam dunia politik.

"Pak Darmizal kita ketahui bersama, dirinya rela mundur dari posisi Komisi Pangawas (Komwas) Partai Demokrat untuk mendukung Jokowi," ujar Saiful Anam Anam, Selasa (2/7/2019).

"Karena berseberangan dengan sikap SBY yang saat itu masih gamang menentukan sikap, apakah mendukung Jokowi atau Prabowo dalam Pilpres tahun 2019," sambungnya.

TERPOPULER: Anggota TNI Kopda Lucky Meninggal Dianiaya, Ini Perintah Pangdam Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang

POPULER: Ahok Buat Anies Kesal, Kebijakan Ahok Dihapus Anies : Merujuk ke Keadilan Seluruh Warga Ibu Kota

POPULER: Bhayangkara, Pasukan Elite Majapahit Bentukan Patih Gajah Mada yang Sekarang Dilekatkan ke Polri

Kader kedua yang disoroti Saiful Anam adalah mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo.

Ia menyebut pengalaman Pakde Karwo selama menjabat di birokrasi bisa menjadi bahan pertimbangan Jokowi untuk menggaetnya menjadi 'pembantu'.

"Selama menjabat di birokrasi, track record Pakde Karwo gemilang dan nyaris tidak ada cacat di mata hukum," ucapnya.

Nama terakhir yang dinilai potensial adalah putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia berpandangan, AHY merupakan sosok muda yang patut dipertimbangkan oleh Jokowi, jika akan dipakai dalam posisi menteri di era Kabinet Kerja lima tahun mendatang.

"Namun sayangnya, besarnya AHY di kancah politik Tanah Air selama ini masih di bawah bayang-bayang Pak SBY. Jadi, pengalaman AHY masih sangat minim," tuturnya.

Baca: Burung Merpati Ini Terjual Dengan Harga Rp 1 Miliar, Ini Keunggulannya

Baca: Mitra Kukar Yakin Menang di Klabat, Rafael: Semua Pemain Sulut United Berbahaya

Baca: Kemendikbud Sebut OSN Ajang Calon Ilmuan Kelas Dunia: Simak Pesan Gubernur Olly kepada Peserta

Lebih lanjut, ia memprediksi apabila Partai Demokrat benar-benar berlabuh dalam koalisi Jokowi, maka setidaknya partai berlambang Mercy itu akan mendapat jatah satu kursi menteri.

"Dalam politik ini semuanya serba dinamis. Tidak ada makan gratis saat ini. Pasti Partai Demokrat akan diberikan kursi menteri," ulas Saiful Anam.

Sementara, Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS menanggapi beredarnya berbagai analisa atas kemungkinan berlabuhnya Partai Demokrat di koalisi Jokowi.

Selain itu, ia juga menyoroti siapa yang akan dipilih dari partai berlambang Mercy itu oleh Jokowi, sebagai menteri di Kabinet Kerja jilid II.

Darmizal menilai peluang mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo untuk terpilih, lebih besar dibandingkan kader Partai Demokrat lainnya, semisal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya sarankan sebaiknya AHY fokus berjuang untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres sekitar Mei tahun 2020 mendatang," saran Darmizal, ketika dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Saran itu diberikan Darmizal bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Pakde Karwo lebih berpengalaman dibidang pemerintahan maupun politik di Tanah Air.

Darmizal mengatakan, pengalaman Pakde Karwo yang panjang di pemerintahan dan 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Timur, akan sangat membantu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin lima tahun ke depan.

Sedangkan AHY, lanjut mantan pimpinan Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat itu, dinilai masih terlalu muda untuk berkancah di politik dan birokrasi.

"Jadi, (AHY) akan sulit mengimbangi kerja Pak Jokowi yang tangkas dan serba cepat. Berbeda dengan Pakde Karwo yang pengalamannya sudah matang," paparnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai, Joko Widodo lebih sreg menarik Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo di kursi kabinet 2019-2024.

Berita Selebritis Tribun Manado:

Baca: Foto-foto Song Hye Kyo Tampak Kurus, Setelah Diterpa Masalah Perceraian Dengan Song Joong Ki

Baca: Berawal dari Media Sosial, 5 Wanita Muda Ini Sukses Jalankan Bisnis Kecantikan

Baca: Senyum Ceria Vanessa Angel Setelah Bebas, Dapat Hadiah dari Sahabat dan Kontrak Eksklusif Stasiun TV

Sebab, di kalangan tokoh parpol koalisi, Pakde Karwo lebih diterima dibanding sosok AHY.

"Cukup sulit memprediksinya. Sebab, jika Jokowi memberi peluang pada Demokrat dan Demokrat itu Pak SBY, maka AHYyang akan disorongkan utama," katanya, Minggu (30/6/2019).

"Tetapi penerimaan AHY di koalisi Pak Jokowi lebih terjal daripada Pakde," imbuhnya.

"Dalam situasi seperti itu, sepertinya Pakde Karwo lebih berpeluang diterima koalisi Jokowi ketimbang AHY.

"Pakde itupun akan lebih banyak merepresentasikan sebagai birokrat profesional ketimbang sebagai kader partai," tambahnya. (Vincentius Jyestha)

SUBSCRIBE YOU TUBE TRIBUN MANADO:

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tiga Kader Partai Demokrat Ini Diprediksi Berpeluang Jadi Menteri Jokowi

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved