Rupiah Runner-up di Asia: Begini Kaitannya dengan Kemenangan Jokowi

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat jelang pengumuman putusan sidang sengketa hasil Pilpres

Rupiah Runner-up di Asia: Begini Kaitannya dengan Kemenangan Jokowi
kontan.co.id
Petugas menghitung pecahan 100 ribu rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat jelang pengumuman putusan sidang sengketa hasil Pilpres 2019, Kamis (27/6) sore. Rupiah bahkan menjadi mata uang terkuat kedua di Asia.

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.140,- per dollar AS pada Kamis sore. Angka tersebut menguat sebanyak 0,26 persen atau 38 poin dibandingkan saat penutupan perdagangan Rabu (26/6), yaitu Rp14.178,- per dollar AS. 

Baca: Ini 21 Butir Dalil Prabowo-Sandi yang Ditolak MK

Per Kamis sore mayoritas mata uang utama di Asia menguat terhadap dollar Amerika Serikat. Rupiah menjadi mata uang Asia terbaik kedua setelah peso Filipina yang menguat 0,43 persen. Ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, rupee India menguat 0,06 persen, sedangkan dollar Singapura menguat 0,01 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sempat lemah pada perdagangan Kamis (27/6) pagi. Nilai tukar rupiah sempat berada di posisi Rp14.182,- per dollar AS. Nilai tersebut melemah sebanyak 0,04 persen dibanding saat penutupan perdagangan Rabu (26/6). Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar menanti kepastian terkait sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

Penguatan nilai rupiah terpengaruh oleh putusan sengketa hasil Pilpres oleh Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6) sore. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Menurut Ibrahim para investor menjadi agresif karena adanya kemungkinan gugatan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Investor melihat potensi Joko Widodo kembali menjadi presiden sehingga tidak akan ada perubahan kebijakan untuk menjamin kepastian investasi.

"Hasilnya sejumlah investor, yang sejak gonjang-ganjing Pilpres menahan diri untuk berinvestasi, bisa kembali agresif masuk ke instrumen berisiko," ujar Ibrahim, Kamis (27/6).

Sentimen eksternal turut berpengaruh terhadap penguatan nilai tukar rupiah menurut Ibrahim. Sentimen tersebut terkait rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Jepang pada akhir pekan ini.

Baca: Gugatan Kubu 02 Resmi Ditolak MK, Kapan KPU Tetapkan Jokowi-Maruf sebagai Paslon Terpilih?

Beredar rumor Amerika Serikat dan China akan menghentikan perang dagang yang melibatkan dua negara. Penghentian perang dagang tersebut bisa mencegah Amerika Serikat meningkatkan tarif bagi produk impor sebesar 300 milliar dollar AS. Pasar optimistis China dan Amerika Serikat akan berdamai.

Apresiasi Peran Pemerintah

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved