Kecewa Namun Hormati MK: Begini Alasan Prabowo

Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku kecewa terhadap putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh petitium

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uni saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (27/6) malam. 

Tim hukum Prabowo-Sandi mengajukan sejumlah dalil yang menurut mereka adalah bukti kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif oleh Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Seluruhnya ditolak Mahkamah dengan berbagai argumen. Menurut MK, dalil 02 tidak beralasan menurut hukum.

Dalam sidang tersebut, hadir tim hukum Prabowo-Sandiaga yang dipimpin Bambang Widjojanto. Sebagai Termohon, seluruh Komisioner KPU hadir didampingi tim hukum yang dipimpin Ali Nurdin.

Baca: Ini Ajakan Gubernur Olly untuk Kubu 01-02: Gerindra Tanggapi soal Rekonsiliasi

Adapun Pihak Terkait pasangan Jokowi-Ma'ruf, hadir 33 pengacara Jokowi-Ma'ruf yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra. Hadir pula seluruh komisioner Bawaslu. Hasil rekapitulasi KPU yang ditetapkan pada Selasa (21/5), suara Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga. Jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

Ajak Rakyat Bersatu

Calon Presiden Petahana menganggap persidangan berjalan transparan. "Rakyat telah bersuara, rakyat telah menentukan. Syukur alhamdulillah, kita semua telah menyaksikan proses persidangan di Mahkamah Konstitusi dan hasil putusannya, yang berjalan secara transparan," ujar Jokowi dalam pidatonya bersama Kiai Maruf Amin di Lanud Halim PK, Kamis (27/6) tak lama setelah MK memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo.

Jokowi akan bertolak ke luar negeri untuk kunjungan kerja. Menurut Jokowi, putusan MK ini telah bersifat final, sehingga ia berharap seluruh pihak dapat menghormati dan melaksanakan putusan tersebut.

"Keberhasilan bangsa Indonesia menyelenggarakan Pemilu yang adil, jujur, dan transparan patut kita syukuri bersama. Kita telah melewati seluruh proses pemilu, mulai pendaftaran hingga saat ini secara baik," katanya.

Jokowi juga mengucapkan terima kasihnya kepada KPU, Bawaslu, para penegak hukum, dan TNI-Polri yang telah bekerja keras mengawal proses pemilu sejak awal.

Kini, menurut Jokowi, sudah tidak ada lagi kubu 01 dan 02. "Walau pilihan politik berbeda, presiden terpilih merupakan presiden bagi seluruh indonesia," katanya. Ia juga meyakini, keputusan MK ini juga diterima oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Saya meyakini, kebesaran hati kenegarawanan dari sahabat saya Pak Prabowo dan Sandiaga. Beliau berdua memiliki visi yang sama untuk membangun indonesia yang maju," katanya.

Sebelumnya,  Joko Widodo dan Ma'ruf Amin melangsungkan pertemuan di kediaman Ma'ruf di Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis. Rombongan Jokowi dan Pasukan Pengamanan Presiden tiba sekitar  pukul 19.30 WIB.

Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan celana bahan hitam. Sementara Paspampres mengenakan jas hitam dengan dalaman kemeja putih. Pertemuan di Rumah Situbondo tidak berlangsung lama.

Pertemuan turut diikuti Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi. Sekitar pukul 19.50 WIB, Jokowi dan Maruf Amin ke luar dari Rumah Situbondo.

Keduanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah awak media yang menunggu di jalanan depan rumah. "Statement-nya saya sampaikan di Halim," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi didampingi Ma'ruf Amin menyampaikan pidato di Lanud Halim Perdanakusuma usai putusan MK, Kamis (26/6/2019) malam.
Presiden Jokowi didampingi Ma'ruf Amin menyampaikan pidato di Lanud Halim Perdanakusuma usai putusan MK, Kamis (26/6/2019) malam. (antara)
Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved