Perdagangan Manusia

Dijanjikan Menikah dengan Pria Kaya Raya Asal Cina, Bekerja 12 Jam Tanpa Henti, Disiksa Mertua

Mon ternyata harus bekerja 12 jam tanpa henti selama di rumah mertuanya. Selepas itu, dia juga harus melayani suami.

Dijanjikan Menikah dengan Pria Kaya Raya Asal Cina, Bekerja 12 Jam Tanpa Henti, Disiksa Mertua
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Panggil dia Mon. Dia merupakan satu di antara korban perdagangan manusia.

Terbuai janji manis menikah dengan pria kaya raya asal Cina, namun kenyataan sebaliknya.

Mon ternyata harus bekerja 12 jam tanpa henti selama di rumah mertuanya. Selepas itu, dia juga harus melayani suami.

Bila menolak, alamat siksaan ia dapatkan. Perempuan asal Indonesia ini pun tak mendapatkan makan.

Mon merupakan satu di antara puluhan perempuan diincar para perekrut yang disebut "mak comblang" dengan iming-iming uang.

Saat itu kira-kira September 2018, Mon dan teman barunya itu bertemu di Singkawang, Kalimantan Barat.

Mon lalu dibawa ke rumahnya dan dikenalkan kepada dua pria keturunan Cina, tetapi perempuan berusia 22 tahun ini menolak.

"Cowok yang satu sudah tua dan yang kedua agak-agak idiot gitu," ujar Mon di kantor LBH Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Keesokan harinya, Mon dipertemukan lagi dengan seorang pria asal Cina yang usianya 28 tahun.

Di situ, dia setuju untuk "dijodohkan" dengan rayuan dibelikan emas dan dikirimi uang setiap bulan ke orangtuanya yang tinggal di Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, Kalbar.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved