Gerindra Masuk Kabinet Jokowi: Begini Komentar Jusuf Kalla

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung.

Gerindra Masuk Kabinet Jokowi: Begini Komentar Jusuf Kalla
kompas.com
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang disela-sela foto bersama bupati peserta Rapat Koordinasi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015). Dalam keterangan kepada wartawan, Presiden meminta proses hukum terhadap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dilakukan secara obyektif.(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO ) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung ke kabinet di periode 2019-2024. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan masuk tidaknya Gerindra tergantung Jokowi.

"Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu itu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

JK menyebut, bila Gerindra masuk koalisi kabinet Jokowi, itu bukanlah sesuatu yang baru. Pada kabinet Jokowi 2014-2019, PAN, Golkar, dan PPP, yang awalnya berseberangan, juga bergabung.

"Jadi politik itu dinamis sekali. Karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik," ujar JK.

JK meyakini, jika masuk kabinet, Gerindra tidak akan mempengaruhi sistem demokrasi yang sehat. Menurutnya, banyak kebijakan di kabinet berbeda dengan kebijakan partai.

Baca: Ini Imbauan Jusuf Kalla kepada Massa Prabowo

"Pengalaman kita, kebijakan kabinet berbeda dengan partai-partai yang ada di DPR. Pada ujungnya seperti PAN. Karena mendukung Prabowo, menteri PAN itu di-reshuffle," papar JK.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung ke kabinet di periode 2019-2024. TKN mengatakan mereka menghormati Gerindra. "Ada juga yang berpendapat, kalaupun partai koalisi di pemerintahan yang akan datang mau bertambah, Gerindra pantas ditawari," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).

Alasannya, menurut Arsul, sejumlah partai di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menganggap Gerindra bersikap kesatria dalam Pemilu 2019. Menurut dia, Gerindra tetap patuh pada undang-undang dalam menyelesaikan perselisihan Pemilu 2019.

"Ada memang sebagian partai-partai di KIK yang, katakanlah, memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra. Kenapa? Karena dianggap Gerindra lawan kontestasi yang gentleman, yang menggunakan jalur sesuai UU untuk kontestasi," ujarnya.

Andre Rosiade: Prabowo Menang di MK

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved