Bolmong

Petani Cengkih Menjerit, Giroth Minta Pemerintah Kabupaten Turut Cari Solusi

Petani Cengkih Bolmong menjerit. Dekat panen raya, harga cengkih justru terpuruk.

Petani Cengkih Menjerit, Giroth Minta Pemerintah Kabupaten Turut Cari Solusi
IST
Robby Giroth 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Petani Cengkih Bolmong menjerit.

Dekat panen raya, harga cengkih justru terpuruk.

Sekilo hanya 70 ribu.

"Saya stres, mau apa lagi, harga segini berarti tak ada untung," kata Ahmad petani cengkih dari Sang Tombolang.

Ungkap Ahmad, biaya cengkih sangat mahal.

Sebut dia, dalam keadaan normal, untung petani hanya 30 persen.
"70 persen sisanya adalah komponen pembiayaan, tapi kini benar-benar tidak ada untung lagi," kata dia.

Mail petani cengkih lainnya mengaku alami dilema.

Ingin ia menahan cengkih hingga harga naik.

"Tapi sudah harus bayar pekerja, terpaksa harus segera dijual murah, tapi jika begitu saya tak dapat untung," kata dia.

Anggota DPRD Bolmong Robby Giroth mendesak pemerintah untuk mencari solusi bagi petani cengkih.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Finneke Wolajan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved