Berita Daerah

Bikin Keributan, 10 Pemuda Ini Dibawa Polisi ke Gereja

Usai diamankan Polsek Amurang tidak langsung membawa 10 pemuda ini ke sel penjara untuk mendapat hukumab namun dibawa ke tempat ibadah.

Bikin Keributan, 10 Pemuda Ini Dibawa Polisi ke Gereja
Istimewa
10 pemuda ini ke sel penjara untuk mendapat hukuman dibawa ke tempat ibadah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 10 anak muda di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditangkap polisi setelah membuat keributan serta terlibat tawuran di Kelurahan Uwuran Dua, tepatnya di Lorong Devada, Jumat (21/6/2019).

Kesepuluh pelaku keributan yakni Nando (17), Ighyn (19), Gilbert (17, Mario (16), Handry (21).

Selanjutnya Im (19) Jere (16), Vebry (16), Arie ( 17) Bryan (21).

Usai diamankan Polsek Amurang tidak langsung membawa 10 pemuda ini ke sel penjara untuk mendapat hukumab namun dibawa ke tempat ibadah.

Ini merupakan bagian program ‘problem solving’ polisi melalui pendekatan religi oleh Polsek Minsel.

Baca: VIDEO VIRAL Pelajar SMP Pesta Lem di Kamar, Endingnya Ada Siswi Ciuman

Baca: Ternyata Vera Oktaria Dibunuh karena menolak kawin, Prada Deri Pramana pun tersinggung.

Baca: Inilah Profil Eddy Doktor Hukum Termuda, Membedah Gugatan 02, Pernah Dihadirkan dalam Kasus Ahok

 

 

Baca: Istri Ketua MA Terus Menangis: Putranya Tewas saat Touring di Afrika

Baca: Bung Karno Tutup Usia: Luapan Kesedihan Ratna Sari Dewi saat Pemakaman Soekarno Hatta, Ini Videonya

Baca: Sosok Rocky Gerung, Terungkap Alasan Usia 60 Masih Jomblo hingga Sumber Uangnya

 

Baca: Sembuh dari Kanker Otak, Ini Ramuan Epy Kusnandar Sembuh dari Penyakit yang Diderita Agung Hercules

Baca: Jubir MK Bocorkan Jadwal Putusan Sidang Sengketa Pilpres 2019

Baca: Profil Rahmadsyah Sitompul, Saksi Berstatus Tahanan Kota, Pernah Dagang Pisang Molen & Es Saat Muda

"Para pelaku keributan yang berada dalam kondisi mabuk akibat konsumsi miras ini diamankan petugas Piket Polsek Amurang setelah sebelumnya petugas mendapatkan laporan dari pihak Pemerintah Kelurahan setempat," kata Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto.

Dia menambahkan anak-anak muda ini dibawa ke Gereja Kerapatan Protestan Minahasa (KGPM) Tiberias Amurang, Kelurahan Bitung untuk didokan seorang pendeta.

"Tapi sebelummya mereka diberikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan bahwa tak akan mengulangi perbuatan mereka lagi," kata dia.

Kapolsek Amurang mengatakan kegiatan penyelesaian permasalahan melalui pendekatan religi ini merupakan salah satu terobosan kreatif Polres Minsel dengan nama Prima Minstra yang bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku tindak pidana ringan.

 

Selain itu untuk menciptakan kesadaran moral para pelaku tindak pidana ringan.

"Diharapkan melalui program Prima Minstra ini, pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi dan bertobat kepada Tuhan, sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya," tutup dia.

Sebelumnya juga beberapa waktu lalu Polsek Amurang melaksanakan program yang sama terhadap lima pelaku keributan di wilayah hukumnya.

Kelima pelaku keributan yang dibawa ke GMIM Gibeon Mobongo Amurang yakni Rommy (32), Faldy (21), Rolan (34), Roma (33), dan Martin (51).

Kelima pelaku membuat onar di Kelurahan Kawangkoan Bawah, Amurang.

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved