Berita Internasional

1.100 Perempuan 'Dijual' untuk Dijadikan Istri Pria China, Tarifnya Rp 6 Juta hingga Rp 20 Juta

China mengklaim telah menggagalkan 1.100 perempuan Asia Tenggara yang "Dijual" ke pria China kaya

1.100 Perempuan 'Dijual' untuk Dijadikan Istri Pria China, Tarifnya Rp 6 Juta hingga Rp 20 Juta
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepolisian China mengklaim telah menggagalkan 1.100 perempuan Asia Tenggara yang "Dijual" ke pria China kaya untuk dijadikan istri pada 2018 silam

Para perempuan ini dijual dengan harga mulai Rp 6 juta hingga Rp 20 juta.

Sebanyak 17 anak-anak juga telah diselamatkan dalam sejumlah operasi gabungan antara kepolisian China dengan Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Thailand, antara bulan Juli hingga Desember.

"Lebih dari 1.300 tersangka, termasuk 260 orang asing, ditahan dalam penggerebekan atas dugaan penculikan dan menjual orang, serta penipuan pernikahan," kata Kementerian Keamanan Publik dalam pernyataannya, Kamis (20/6/2019).

Disampaikan juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Guo Lin, dalam beberapa tahun terakhir, pelaku kriminal domestik maupun asing, telah berkolusi untuk memikat perempuan dari negara-negara tetangga ke China dengan menjanjikan pekerjaan atau pernikahan.

"Beberapa wanita bahkan dibawa paksa dan diculik untuk kemudian dijual sebagai istri," kata Lin, dikutip AFP, Jumat (21/6/2019).

Baca: VIDEO VIRAL Pelajar SMP Pesta Lem di Kamar, Endingnya Ada Siswi Ciuman

Baca: Ternyata Vera Oktaria Dibunuh karena menolak kawin, Prada Deri Pramana pun tersinggung.

Baca: Inilah Profil Eddy Doktor Hukum Termuda, Membedah Gugatan 02, Pernah Dihadirkan dalam Kasus Ahok

 

 

Baca: Istri Ketua MA Terus Menangis: Putranya Tewas saat Touring di Afrika

Baca: Bung Karno Tutup Usia: Luapan Kesedihan Ratna Sari Dewi saat Pemakaman Soekarno Hatta, Ini Videonya

Baca: Sosok Rocky Gerung, Terungkap Alasan Usia 60 Masih Jomblo hingga Sumber Uangnya

 

Baca: Sembuh dari Kanker Otak, Ini Ramuan Epy Kusnandar Sembuh dari Penyakit yang Diderita Agung Hercules

Baca: Jubir MK Bocorkan Jadwal Putusan Sidang Sengketa Pilpres 2019

Baca: Profil Rahmadsyah Sitompul, Saksi Berstatus Tahanan Kota, Pernah Dagang Pisang Molen & Es Saat Muda

Pemberlakukan kebijakan satu anak yang telah berlangsung selama satu dekade di China, serta adanya preferensi bahwa anak laki-laki lebih baik, telah menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk perempuan di China.

Sementara di negara-negara tetangga, para perempuan muda yang didorong oleh kemiskinan dan harapan mendapat penghidupan yang lebih baik, dengan mudah tergoda untuk pekerja atau menikah di China.

Namun beberapa menjadi mangsa para pelaku penipuan perkawinan yang membuat perempuan-perempuan itu berisiko mengalami pelecehan, penahanan di bawah UU Imigrasi China.

Atau dipaksa bekerja dalam prostitusi.

Halaman
1234
Editor: Aldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved