Kasus Korupsi

KPK Usut Kembali Kasus Korupsi Bank Century, Panggil Penyidik Lama untuk Tersangka Baru?

Panggil Penyidik lama, Penyelidikan dilakukan untuk membidik pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus Century.

KPK Usut Kembali Kasus Korupsi Bank Century, Panggil Penyidik Lama untuk Tersangka Baru?
Media Inddonesia
Kasus Korupsi Bank Century.123 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus Korupsi Bank Century diusut kembali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihak KPK memanggil kembali penyidik lama untuk mengusut kembali kasus korupsi Bank Century.

Para penyidik lama itu adalah penyidik yang pernah bertugas untuk menangani kasus pengambilan keputusan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Saya belum bisa menuju ke yang baru, karena setelah kita pelajari kembali itu sejarahnya juga rada unik ya, kita sudah panggil penyidik-penyidik lamanya, saya enggak menganggap dalam waktu dekat ini ada yang signifikan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

Saut menyebutkan setelah sebelumnya pihaknya berdiskusi dengan penyidik lama, KPK belum menemukan unsur niat jahat atau mens rea untuk menetapkan tersangka baru.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan terkait penetapan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka sebagai tersangka terkait hasil pengembangan kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan terkait penetapan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka sebagai tersangka terkait hasil pengembangan kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Alhasil tidak akan ada perkembangan signifikan pada penanganan kasus ini dalam waktu dekat.

"Kalau kita lihat seperti apa konstruksi memang kita melihat bahwa beberapa diskusi mens rea-nya tidak ketemu, jadi lebih kepada kebijakan, dan sampai berhenti yang terakhir itu Budi Mulya, untuk menuju yang baru itu perlu yang detail lagi.

"Budi Mulya kasus 1 M itu kan minjam juga sebenernya, ya kan. jadi itu makanya kita masih mau debat lagi, kita minta mereka paparan lagi," ucapnya.

KPK memang tengah mengembangkan perkara mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya.

Sebanyak 36 orang saksi telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan kasus ini.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved