Ini Penyebab Mantan Plt Ketum PSSI Menangis di Persidangan

Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang berstatus sebagai terdakwa tidak kuasa menahan tangis saat memberikan

Ini Penyebab Mantan Plt Ketum PSSI Menangis di Persidangan
kompas bola
Joko Driyono 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang berstatus sebagai terdakwa tidak kuasa menahan tangis saat memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan perusakan barang bukti perkara pengaturan skor.

Pria yang akrab disapa Jokdri tersebut memberikan keterangan dan tuduhan jaksa seperti yang telah dibacakan saat sidang dakwaan pada agenda persidangan kali ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca: Harga Tiket Pesawat LCC Turun: Mulai Efektif Pekan Depan

Jokdri tidak kuasa menahan tangis saat hakim memberikan dirinya waktu untuk menyatakan pernyataan terakhir. Dirinya mengaku bersyukur penyidik Satgas Anti Mafia Bola tidak menyita barang peninggalan almarhumah ibunya dalam penggeledahan di kantornya, Rasuna Office Park, Jakarta Selatan.

"Saya merasa bersyukur karena Satgas akan menyita barang bukti yang sangat penting yaitu menyetujui atas permintaan saya atas salah satu barang penting yaitu peninggalan almarhumah," ujar Jokdri.

Sesaat setelah mengungkapkan hal tersebut, Jokdri lalu terdiam. Dirinya membuka kacamata lalu mengusap air matanya yang mengembang di matanya.  Jokdri tetap terdiam hingga hakim Kartim Khaeruddin menanyakan apakah dirinya mau melanjutkan kesaksiannya.

"Saudara terdakwa boleh dilajutkan? Atau cukup?" tutur Kartim.

Jokdri lalu melanjutkan pernyataannya dengan kembali mengaku bersyukur, karena penyidik mengembalikan barang tersebut kepadanya. Setelah sempat disita. "Walau disita, akhirnya saya minta untuk tidak disita dan diperbolehkan alhamdulillah selesai," tambah Jokdri.

Baca: Januari-Mei, OJK Sulutgomalut Terima Ratusan Aduan Masyarakat

Akhirnya hakim menutup pernyataan Jokdri dengan memberikan wejangan kepada mantan Sekjen PSSI tersebut.  "Ini memang suatu pengalaman yang paling berharga terhadap hal sepele orang itu bukan karena batu besar tapi krikil itu.

Ini kan pengalaman pengetahuan ttg hukum dan semua. Hal ini saudara bs kemukakan di pembelaan nanti, hal-hal yang saudara kemukakan semua isi hatinya silahkan tuangkan di pembelaan," ucap Kartim.

Jokdri juga mengakui bahwa dirinya memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan dokumen di ruangannya yang disegel oleh Satgas Anti Mafia Bola.  Dirinya beralasan khawatir barang pribadinya rusak. Sehingga menyuruh sopirnya, Muhamad Mardani Morgot alias Dani untuk menggunakan akses khusus melalui pintu apartemennya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved