Kekurangan Guru
Bolmong Krisis Guru
"Faktanya kita memang kekurangan tenaga pengajar PNS, lebih banyak bertumpu pada tenaga kontrak," kata dia
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUN MANADO.CO.ID - Pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), provinsi Sulawesi Utara mengandalkan guru kontrak.
Guru berstatus PNS sangat kurang.
Hal itu diakui Kaban BKPP Bolmong Umarudin Amba.
"Faktanya kita memang kekurangan tenaga pengajar PNS, lebih banyak bertumpu pada tenaga kontrak," kata dia.
Dikatakan Amba, pihaknya sudah mengusulkan tenaga guru dalam formasi CPNS yang diusulkan ke pusat.
Sebut dia, penambahan guru sangat mendesak.
Baca: VIDEO VIRAL Pelajar SMP Pesta Lem di Kamar, Endingnya Ada Siswi Ciuman
Baca: Video Panas Siswi dan Gurunya Tersebar, Ternyata Berhubungan Intim Sejak 3 Tahun Silam
Baca: Sosok Rocky Gerung, Terungkap Alasan Usia 60 Masih Jomblo hingga Sumber Uangnya
Kadis Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta mengatakan, pihaknya kekurangan sebanyak 351 guru.
"Paling kurang guru agama dan olahraga," kata dia.
Renti menyatakan, jumlah guru terus berkurang karena tahun ini ada 50 guru yang pensiun.
Sekda Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, pihaknya optimistis Bolmong bakal beroleh kuota guru signifikan dalam formasi CPNS tahun 2019. (art)
Baca: Sulut United Latihan di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Optimistis Curi Poin dari Tuan Rumah
Baca: Cetak 252 Gol Selama Karier, El Nino Umumkan Gantung Sepatu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bolmong-krisis-guru-033256265.jpg)