Jawaban Saksi Prabowo Bikin Hakim Bingung: Begini Ceritanya

Tim hukum capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan dua orang saksi yang dirasa mendapat ancaman

Jawaban Saksi Prabowo Bikin Hakim Bingung: Begini Ceritanya
tangkap layar KompasTv
Fakta Sidang Sengketa Pilpres 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tim hukum capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan dua orang saksi yang dirasa mendapat ancaman atau intimidasi, dalam sidang lanjutan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta , Rabu (19/6).

Keduanya adalah ahli Teknologi Informasi (IT) anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo- andi, Fadli Zon, Hermansyah, dan relawan salah satu kelompok masyarakat asal Dusun Wonosari, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam keterangannya di ruang persidangan, Hermansyah mengaku merasa terancam karena ada mobil-mobil tak dikenal berhenti di depan rumahnya, di Depok, Jawa Barat, sehari sebelum ia menjadi saksi untuk persidangan sengketa Pilpres di MK. Ahli IT tersebut merasa kejadian itu sebagai ancaman karena sebelumnya pernah mengalami kekerasan fisik di jalan tol Jagorawi pada 2017.

Baca: Anggota DPR RI Ini Lima Kali Terima Uang Suap

Hermansyah mengaku mengetahui hal itu dari kamera pengawas yang dipasang di halaman rumahnya.

"Bagaimana mendefinisikan, saya masih ragu. Tapi, ada beberapa mobil berhenti di depan rumah saya," kata Hermansyah kepada majelis hakim.

Anggota majelis hakim MK, I Dewa Gede Palguna, memberikan pertanyaan kepada saksi Hermansyah guna mendalami pengakuan ancaman tersebut.

Hakim Palguna menanyakan apakah Hermansyah melapor ke kepolisian setelah merasa mendapatkan ancaman tersebut. “Saya mau menegaskan saja karena tadi ada jawaban yang ragu-ragu, apakah saudara merasa terancam saat bersaksi dalam ruangan sidang ini,” tanya Palguna di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Atas pertanyaan tersebut, akhirnya Hermansyah mengakui dirinya tidak melapor ke polisi karena dirinya belum terdapatkan ancaman secara langsung. “Belum Pak, karena bagi saya belum ada ancaman,” ujar Hermansyah.

Jawaban dari Hermansyah membuat bingung hakim Palguna. “Kenapa tidak lapor polisi? Ada kontradiksi dalam keterangan anda, katanya tidak wajar karena ada mobil yang selalu ada di depan rumah anda, tapi sekarang saya tanya anda jawabannya merasa terancam,” tegas Palguna.

Hermansyah pun mengungkapkan bahwa belum adanya kekerasan secara fisik membuat dirinya urung melaporkan hal tersebut kepada kepolisian. “Ya kan itu sudah menjadi cukup alasan bagi anda untuk meminta perlindungan kepada kepolisian, tugas polisi memang memberi rasa aman kepada warganya,” pungkas Palguna.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved