Iran Tembak Jatuh Drone, AS Kirim 1.000 Tentara: Di Ambang Perang Timur Tengah

Pasukan Garda Revolusi Iran, Kamis (20/6/2019), menembak jatuh sebuah drone milik Amerika Serikat. Garda Revolusi

Iran Tembak Jatuh Drone, AS Kirim 1.000 Tentara: Di Ambang Perang Timur Tengah
kompas.com
Drone predator milik militer AS 

Inggris merilis pernyataan "hampir pasti" dalang dari serangan terhadap dua tanker berasal dari Garda Revolusi yang merupakan cabang dari militer Iran.

Garda Revolusi merupakan cabang elite yang didirikan sejak Revolusi 1979. Pada April lalu, AS memasukkan pasukan itu ke dalam daftar organisasi teroris.

Presiden Donald Trump menjabarkan dia yakin Iran berada di belakang serangan Teluk Oman.

"Iran jelas melakukannya. Anda bisa tahu karena Anda melihat kapalnya," terang Trump. Sumber diplomatik AS mengungkapkan insiden yang terjadi pada Kamis (13/6/2019) itu sebagai balasan atas berbagai kebijakan Gedung Putih sejak tahun lalu.

Sejak Trump mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir 2015 pada Mei tahun lalu, Washington menerapkan kebijakan tekanan ekonomi maksimal kepada Iran.

Kemudian pada Mei kemarin, AS memberangkatkan kapal induk ke Timur Tengah sebagai "pesan".

"Mereka menunjukkan bisa membalas dan menaikkan harga minyak," kata si sumber. Pemerintahan Trump memprediksi bahwa tekanan yang mereka buat bakal memaksa Iran ke meja perundingan.

Namun para pemimpin Eropa menunjukkan sikap kontra. Menurut mereka, menekan Iran sedemikian kuat hanya memberikan kekuasaan lebih kepada kelompok garis keras di Iran," ulas sumber tersebut. (*)

 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Tembak Jatuh Sebuah "Drone" Milik Amerika Serikat"

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved