Vanessa Lolos Tuduhan Prostitusi: Feby Febiola Serukan Ini

Artis Vanessa Angel ternyata bukan dituntut oleh jaksa penuntut umum berdasarkan prostitusi online melainkan mentransmisikan

Vanessa Lolos Tuduhan Prostitusi: Feby Febiola Serukan Ini
Grid.id/Youtube Trans TV Official
Vannesa Angel - Tangisan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SURABAYA - Artis Vanessa Angel ternyata bukan dituntut oleh jaksa penuntut umum berdasarkan prostitusi online melainkan mentransmisikan konten yang melanggar kesusilaan. Terkait masalah itu jaksa mengajukan tuntutan pidana enam bulan penjara kepada Vanessa di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (17/6).

"Menuntut terdakwa Vanessa Angel pidana selama 6 bulan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahayu. Vanessa Angel dianggap terbukti melanggar pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ingat lho ya, kami hanya menyatakan terdakwa bersalah terkait transmisi lho ya, bukan prostitusi," ujar Jaksa Dini Ardhani.

Menanggapi tuntutan tersebut, penasihat hukum Vanessa Angel yang diwakili Abdul Malik akan mengajukan pembelaan pada Kamis mendatang. Menurutnya, tuntutan hukuman 6 bulan itu terlalu berat.

Alasannya, tidak ada saksi kunci yang bisa dihadirkan untuk menguatkan dakwaan jaksa. "Terlalu berat ya bagi kami, tapi itu adalah hak JPU. Banyak dari saksi-saksi yang tidak dapat dihadirkan oleh JPU," terangnya.

Seusai sidang pembacaan tuntutan, Vanessa hanya terdiam ketika keluar dari Ruang Sidang Garuda I, Pengadilan Negeri Surabaya. Pandangannya ke bawah, dia tak sekalipun menjawab pertanyaan dari awak media.

Sebelum memasuki ruang tahanan, Vanessa sempat memeluk seorang wanita, anggota tim penasihat hukum. Abdul Malik menambahkan saksi ahli yang dihadirkan tidak memberikan keterangan yang sesuai fakta persidangan.

"Hanya satu saksi IT, dan saksi IT itu juga bohong juga. Ia mengatakan hadir di Polda pukul 09.00 WIB, ternyata di BAP hadir pukul 16.00. Jadi saksi yang benar itu saksi dari pihak hotel," kata Malik.

Malik dan tim berencana akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), bila memang Vanessa dinyatakan bersalah. "Rabu saya ke Jakarta, saya rapat dengan tim untuk menyusun materi pembelaan.

Kalau Vanessa dikatakan bersalah, 200 juta masyarakat Indonesia akan sengsara semua, karena chatting pribadi bisa membuat mereka jadi terpidana," ujarnya. Namun ia tidak memberi penjelasan apa yang akan digugat ke Mahkamah Konstitusi.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved