SBY Digoyang KLB: Begini Komentar Beberapa Kader Demokrat

Gejolak terus terjadi di internal partai Demokrat. Situasi politik terkini di partai berlambang mercy tersebut kini gaduh.

SBY Digoyang KLB: Begini Komentar Beberapa Kader Demokrat
Kompas
SBY saat diwawancarai usai memilih di Singapura 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gejolak terus terjadi di internal partai Demokrat. Situasi politik terkini di partai berlambang mercy tersebut kini gaduh. Namun beberapa kader-kader partai Demokrat di daerah menolak desakan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) seperti yang dihembuskan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD).

Tercatat ada Kader Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarat (DIY), Jawa Barat, Sulawesi Utara dan DKI Jakarta yang sudah bersuara lantang menolak KLB.

Baca: Jokowi dan SBY Paling Demokratis: Ini Peringkat Indonesia sebagai Negara Demokrasi

Ketua DPD DKI Jakarta Partai Demokrat Santoso meminta kepada DPP untuk menindak tegas para kader yang menggulirkan isu soal KLB. "Bagaimana bentuk sanksinya, itu kami serahkan kepada DPP Partai Demokrat," ujarnya.

Santoso menolak jika alasan wacana digulirkannya KLB terkait anjloknya suara partai Demokrat itu di Pemilu 2019. "Kami seluruh jajaran partai mulai dari DPP sampai DPD sudah memprediksi bahwa kami bertahan saja itu bagus, karena dengan sistem pemilu yang berbarengan ini, dimana Partai Demokrat tidak memiliki efek ekor jas, maka kami sudah mempertimbangkan bahwa suara kita akan turun," ujarnya.

Maka itulah, Santoso menilai anggapan sejumlah politisi yang mengklaim bahwa harus digelar KLB karena suara partau turun itu seperti dibuat-buat. "Padahal yang bersangkutan sendiri mengetahui bahwa penurunan suara itu akan terjadi karena kami tidak terkena efek ekor jas," pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPC Partai Demokrat Manado, Nortje Vanbonne mengatakan turunnya jumlah suara partai bukan kesalahan DPP Partai Demokrat. Dia menilai anjloknya suara partai berlambang mirip logo Mercy itu lantaran tidak mendapat efek ekor jas dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung di Pilpres 2019.

"Kita tidak mendapatkan efek ekor jas karena tidak ada calon presiden, namun justru karena ada ketokohan SBY, AHY, dan Mas Ibas, partai kita masih bisa bertahan melewati ambang batas parlemen, bandingkan dengan partai-partai lama yang justru tidak lolos PT.

Baca: Alasan Ray Rangkuti Minta MK Periksa Prabowo-Sandi, Survei: Mayoritas Bilang Pilpres Jujur

Demokrat justru lolos walaupun tidak punya calon presiden dan ketua umum kita tidak bisa berkampanye karena menjaga Ibu Ani yang sedang sakit saat itu," kata Vanbonne.

SBY Diduga Langgar AD/ART

Ketua DPP Partai Demokrat Subur Sembiring menyebut penunjukan Sekjen Hinca Pandjaitan sebagai pelaksana tugas harian menyalahi aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) partai. Menurut Subur, amanat yang diberikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semestinya diturunkan ke Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved