Pesta Kesenian Bali Ke 41, Seni Bisa Menyatukan

Gubernur Bali I Wayan Koster melaporkan, PKB ini diikuti 4.370 peserta dari 9 kabupaten/kota se-Bali, 10 provinsi dan 5 negara sahabat.

Pesta Kesenian Bali Ke 41, Seni Bisa Menyatukan
Basuki
Gadis gadis cantik menari gemulai menyambut Presiden Jokowi dalam Pesta Kesenian Bali di Lapangan Puputan Margarana,Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (16/06/2019). 

Bali Miniatur Majapahit

Dimintai komentarnya tentang daya tarik kesenian Bali yang seolah tak kenal surut, budayawan yang banyak meneliti naskah-naskah kuno Bali, Dr Bambang Noorsena, mengaku tak heran.

“Bali itu miniatur Majapahit. Setelah pusat Kerajaan Majapahit di Jawa mengalami proses Islamisasi, satu-satunya wilayah yang masih mempertahankan agama Siwa-Buddha yang diekspresikan dan dilestarikan secara utuh dalam budaya, seni dan bahasa Jawa Kuno adalah Bali,” urai Bambang.

Bambang yang juga dikenal sebagai narasumber sosialisasi Empat Pilar Bangsa dan Negara di MPR RI ini mengatakan bahwa bukan hanya sastra Jawa kuno, semisal Kekawin Sutasoma, Kekawin Negarakertagama, dan masih banyak lagi yang dilestarikan dalam bentuk seni mabebasan di Bali hingga sekarang, tetapi juga hukum adatnya masih mengacu kepada banyak perundang-undangan Majapahit.

Delegasi dari China
Delegasi dari China (Basuki)

“Lontar Kutaramanawa yang diundangkan pada zaman Prabu Hayam Wuruk, Lontar Sang Hyang Aditama yang diundangkan pada zaman Prabu Wikramadardhana, semua masih dilestarikan di Bali,” ujarnya.

Sepakat dengan Koster, Bambang mengaminkan, kesenian tradisional merupakan sarana efektif untuk membumikan Pancasila.

“Lebih-lebih di tengah menguatnya gejala radikalisme di negara kita, jelas kesenian tradisional harus diberi tempat,” tegasnya.

Menurut penulis buku Religi dan Religiusitas Bung Karno ini, kebudayaan lokal selama berabad-abad merupakan salah satu cerminan filosofi bangsa Indonesia yang bercorak “Bhinneka Tunggal Ika”.

Kebudayaan lokal ini menjadi perekat tradisional bangsa kita, yang selama ini mengikat dan mempersatukan kepelbagaian Indonesia.

Baca: HEBOH, Tarmono Tewas Terjun ke Laut, Sebelum Kapal Sandar di Pelabuhan: Sempat Merokok Beberapa Kali

Baca: Setya Novanto Kedapatan Plesiran Keluar Lapas, Kini Mendekam di Lapas Teroris

Baca: Dua Bulan Tidak Pulang, Istri Sah Ajak Polisi Ciduk Suami Selingkuh di Indekos, 2 Tahun Kumpul Kebo

Sebuah ideologi yang digali dari kepribadian kita sendiri pasti menjadi pilihan yang paling tepat.

Halaman
1234
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved