Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Terkini

Penampilan Cantik Audrey, Siswi SMP yang Diduga Dianiaya 12 SMA, Intip Fotonya

Nama Audrey menjadi menyita perhatian masyarakat Indonesia pada bulan April 2019 lalu dengan tagar #JusticeForAudrey

Penulis: Reporter Online | Editor: Rhendi Umar
Kolase Foto Tribun Style
Kabar terbaru Audrey 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada bulan April 2019 lalu, publik dihebohkan dengan peristiwa penganiayaan seorang siswi SMP bernama Audrey yang dilakukan 12 Siswi SMA.

Nama Audrey menjadi menyita perhatian masyarakat Indonesia pada bulan April 2019 lalu dengan tagar #JusticeForAudrey.

Audrey yang kala itu terkapar di rumah sakit pun banjir dukungan dan doa dari berbagai pihak.

Hingga kini, penyelesaian kasus tersebut masih bergulir di bawah hukum.

Namun, perkembangan kasus tersebut tak lagi menjadi sorotan utama masyarakat.

Bagaimana kondisi Audrey sekarang?

Tampaknya, Audrey menunjukkan kondisi terbarunya melalui akun Instagram pribadinya, @niggaaarey.

Pada 16 Juni 2019, Audrey memposting sekumpulan foto selfie.

Baca: Viral Facebook, Curhat Wanita Hidup di Keluarga Beda Agama: Muslim atau Kristen Memiliki Kesamaan

Baca: VIRAL MEDSOS, Gagal Terpilih, Caleg Singgung Sumbangan ke Masjid, Warga Bakar Semua Sedekahnya

Baca: Viral Medsos Pemilihan Anggota Baru Geng Motor dengan Syarat Penggal Siapapun di Jalanan

Tampak berbeda, Audrey terlihat mengenakan makeup.

Audrey memoles wajahnya dengan eyeliner, blush on, dan juga lipstik merah.

Dirinya juga mengepang kecil-kecil rambut panjangnya ke belakang.

Penampilannya pun semakin cantik dengan memakai jaket hoodie warna hitam.

Audrey
Audrey (Instagram @niggaaarey)
Audrey
Audrey (Instagram @niggaaarey)

#JusticeForAudrey - 6 Fakta Siswi SMP Dianiaya 12 Siswi SMA

Seruan agar keadilan ditegakkan terhadap para pelaku penganiyaan terhadap Audrey menggema di dunia maya hingga Wali Kota Pontianak turun tangan agar kasus ini mendapat prioritas.

Siswi SMP yang masih berusia 14 tahun asal Pontianak, AU kini masih dirawat di Rumah Sakit usai dikeroyok 12 orang siswi SMA.

Kasus ini pun viral di laman Twitter dengan tagar "JusticeforAudrey" dan menduduki urutan nomor satu.

Pada awalnya, runutan kejadian kisah penganiayaan AU ini dicuitkan oleh akun Twitter @syarifahmelinda.

BERITA TERPOPULER: Ini Penyebab ILC TV One Istirahat Tayang Setelah Pilpres 2019

Baca: Arya Permana Bocah Mantan Obesitas, Hoby Main Sepak Bola, Fans Berat Persib & Liverpool

Baca: HEBOH, Tarmono Tewas Terjun ke Laut, Sebelum Kapal Sandar di Pelabuhan: Sempat Merokok Beberapa Kali

Dalam thread yang ia bagikan, akun Twitter ini mendapatkan informasi mengenai penganiayaan AU oleh 12 siswi SMA dari berita dan juga dari tante korban.

"Maaf saya bukan mau pansos dan ini beritanya juga aku up sesuai berita dan tantenya juga jadi kalau pelakunya mau kenain saya UU ITE saya ngga takut saya mah memilih viral di notice idol korea aja dari pada di katain mau ikutan pansos berita ini wkwk," tulis akun @syarifahmelinda.

Akibat penganiayaan tersebut, kepala AU ini diduga dibenturkan ke aspal dan trauma bagian dada.

Tak hanya itu, bahkan salah seorang pelaku ini merusak organ intim korban agar tidak perawan lagi.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum dari Tribun Pontianak dan Twitter:

1. Berawal dari Saling Komentar di Media Sosial

Penganiayaan terhadap AU yang merupakan siswi SMPN 17 Pontianak ini terjadi Jumat (29/3/2019) di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya.

Dari informasi yang dihimpun Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat, kejadian ini bermula dari saling komentar di media sosial.

Korban AU sejatinya bukanlah target utama dari 12 pelaku, tapi kakak sepupu korban.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar pelaku penganiayaan ini," kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu kepada TribunPontianak.

Namun antara pelaku dan korban saling berbalas komentar di media sosial.

Hingga akhirnya pelaku merencanakan penjemputan dan penganiayaan terhadap korban.

"Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," lanjutnya.

“Semua pelaku adalah teman-teman kakak sepupunya, mereka menggunakan korban ini untuk memancing kakaknya keluar dari rumah dengan cara menjemput korban dari rumah neneknya di Jl. Cendrawasi sekitar jam 14.00,” ujar korban dikutip TribunnewsBogor.com dari BerkatnewsTV di RS Promedika.

2. Korban Dijemput di Rumah dan Dianiaya di 2 Lokasi

Saat itu, korban dijemput pelaku sore hari oleh pelaku.

Pelaku yang merupakan oknum siswi pelajar SMA ini juga meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya, yang berinisial PO, dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

AU yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu, hingga AU bertemu dengan kakak sepupunya.

Pada saat penjemputan korban tidak menyadari, dirinya akan dianiaya.

Baca: Nelayan Filipina Tewas di Tangan Warga Kelurahan Kumersot, Begini Kronologinya

Baca: UPDATE, Arya Permana Bocah 192 Kilogram yang Dioperasi Bariatrik, Kini Butuh Uang Ratusan Juta

Baca: Sempat Viral, Audrey yang Diduga Dianiya 12 Siswa SMA, Begini Penampilannya Saat Ini

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat

 Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat (TribunPontianak)
"Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi, korban juga dianiaya di Taman Akcaya.

Ada tiga aktor utama yang dilaporkan korban terkait penganiayaan tersebut.

"Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony, Selasa (9/4/2019).

Sementara sembilan orang lainnya, membantu pelaku dalam melancarkan aksinya.

3. Penganiayaan terhadap Korban AU yang berujung merusak keperawanan

Saat tiba di lokasi inilah korban dianiaya. Bahkan menurut informasi yang didapat, kepala korban dibenturkan ke aspal.

“Para pelaku membenturkan kepala korban dengan aspal, lalu menendang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian," tulis akun @syarifahmelinda

"Dan wajah korban ditendang dengan sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” tambahnya.

Selain itu, pelaku diduga melukai bagian organ intim korban hingga menimbulkan bekas luka.

4. 7 Hari Berlalu Korban Baru berani Melapor

Setelah mengalami penganiayaan, korban takut melaporkan ke orangtuanya.

Bahkan masalah ini baru disampaikan ke orangtuanya selang 7 hari usai penganiayaa.

Korban dan orang tuanya melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Pontianak Selatan, Jumat (5/4/2019)

Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian, langsung dilakukan proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan.

Sebenarnya sempat dilakukan mediasi pada tanggal 5 April kemarin, namun tidak ada itikad baik dari para pelaku seperti meminta maaf.

Bahkan viral dan beredar pula foto-foto para pelaku yang cengengesan selama berada di kantor kepolisian.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap ke-12 pelaku ini hingga saat ini masih berjalan.

Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Selatan.

"Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Berita Selebritis Tribun Manado:

Baca: Agung Hercules Dulu Berotot, Kini Memprihatinkan, Ini Penyakit yang Dideritanya

Baca: Liburan Bareng Ahok di Norwegia, Perut Buncit Puput Nastiti Devi Jadi Sorotan

Baca: Barbie Kumalasari Akui Berhubungan Intim 8 Kali Sehari, dr Boyke Ungkap Dampaknya Bagi Kesehatan

Lanjut disampaikannya dalam proses pengembangan kasus ini akan memanggil pihak orangtua korban.

"Kita akan panggil orangtua korban," ujarnya Inayatun.

5. Wali Kota Turun Tangan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turun tangan atas pengeroyokan yang terjadi terhadap AU.

Edi bahkan sudah mendatangi langsung korban di rumah sakit.

Menurutnya, aksi penganiyaan yang dilakukan oknum pelajar SMA terhadap AU sangat brutal.

"Gejala-gejala yang dilakukan pelajar ini dapat memberikan dampak negatif, terutama korban," katanya.

"Kita harapkan tidak terulang lagi kasus ini, mereka juga merupakan anak dibawah umur, maka perlu investigasi secepatnya agar dapat diambil langkah dalam memberikan pembinaan," lanjutnya.

6. Supaya Pelaku Dapat Efek Jera

Wali Kota Pontianak edi Rusdi Kamtono menegaskan pelaku harus diberikan efek jera dan edukasi, agar tidak terulang kembali kejadian semacam ini di Pontianak

SUBSCRIBE YOU TUBE TRIBUN MANADO:

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Masih Ingat Audrey? Dulu Terbaring Karena Dianiaya, Begini Penampilannya Sekarang

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved