Jokowi dan SBY Paling Demokratis: Ini Peringkat Indonesia sebagai Negara Demokrasi

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei tingkat demokrasi dengan membandingkan 3 rezim

Jokowi dan SBY Paling Demokratis: Ini Peringkat Indonesia sebagai Negara Demokrasi
TRIBUNNEWS
Presiden Jokowi dan SBY 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei tingkat demokrasi dengan membandingkan 3 rezim pemerintahan. Masing-masing yakni, pemerintahan Presiden Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo.

Namun indeks demokrasi Indonesia berdasarkan The Economist turun dari nomor 49 tahun 2014 ke-65 tahun 2018.

Baca: Sengketa Pilpres di MK, Pengamat Nilai Prabowo-Sandiaga Seharusnya Diperiksa

Hasilnya, mayoritas publik menilai bahwa pemerintahan Soeharto bersifat diktator. Sementara, pemerintahan SBY dan Jokowi dinilai pemerintahan yang demokratis. "Dari tiga rezim, mayoritas publik menilai rezim SBY dan Jokowi adalah rezim demokratis.

Sementara rezim Soeharto adalah rezim diktator," ujar peneliti SMRC Sirajuddin Abbas dalam pemaparan survei di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Dalam penelitian, SMRC menanyakan responden tentang penilaian demokrasi dalam pemerintahan masing-masing presiden. Responden diminta memberikan skor 1-10. Menurut Abbas, skor 1 berarti sangat diktator. Sementara, skor 10 berarti sangat demokratis. Hasilnya, Soeharto mendapat skor 4,79. Kemudian, SBY mendapat skor 7,15. Sementara, Jokowi mendapat skor 7,37.

Kemudian, SMRC juga meneliti tren demokrasi masing-masing tokoh pada Mei-Juni 2019. Hasilnya, sebanyak 56 persen responden menilai Soeharto diktator. Sebanyak 33 persen menilai Soeharto demokratis. Kemudian, 11 persen responden menyatakan tidak tahu.

Baca: Alasan Ray Rangkuti Minta MK Periksa Prabowo-Sandi, Survei: Mayoritas Bilang Pilpres Jujur

Sementara, 77 persen responden menilai SBY demokratis. Hanya 17 persen yang menilai SBY diktator. Kemudian, 6 persen menyatakan tidak tahu. Kemudian, sebanyak 77 persen responden menilai Jokowi demokratis. Hanya 18 persen yang menilai diktator. Kemudian, ada 5 persen yang nenyatakan tidak tahu.

Survei mengenai opini publik ini dilakukan pada 20 Mei-1 Juni 2019. Pendanaan survei ini dibiayai sendiri oleh SMRC. SMRC melibatkan 1.078 responden yang dipilih secara acak.

Responden adalah penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Pengambilan data dilakukan wawacara tatap muka secara langsung oleh pewawancara yang sudah terlatih. Adapun, margin of error dalam penelitian ini sebesar lebih kurang 3,05 persen.

69 Persen Publik Nilai Pilpres Jurdil

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved