Berita Terkini

Pemerintah Blokir Iklan Rokok, Begini Respon dari Produsen Rokok

Menteri Kominfo Rudiantara telah menerima surat dari Menteri Kesehatan soal pemblokiran iklan rokok di internet.

Pemerintah Blokir Iklan Rokok, Begini Respon dari Produsen Rokok
lifestyle.kompas.com
Rokok elektronik berbahaya bagi remaja, 3,6 juta remaja di Amerika Serikat mengkonsumsi rokok elektronik secara reguler dilansir cdc.gov Senin (17/12/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Kominfo Rudiantara telah menerima surat dari Menteri Kesehatan soal pemblokiran iklan rokok di internet.

Salah satu poin yang disampaikan dalam surat tersebut, iklan rokok banyak ditemui di berbagai situs semacam YouTube, Instagram, dan game online dan Kemenkes meminta Kominfo memblokir iklan-iklan rokok itu.

Pada surat balasannya, Kominfo menyatakan iklan yang diturunkan adalah promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.

Iklan yang memunculkan wujud rokok menyalahi UU 36/2009 tentang Kesehatan pasal 46, ayat (3) butir c.

Muhaimin Moefti, Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), setuju dengan tindakan yang diambil oleh Kominfo.

"Jadi kami hargai itu, selama jangan sampai iklan rokok dilarang sama sekali," kata Muhaimin ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (15/6/2019).

Baca: Viral Facebook, Curhat Wanita Hidup di Keluarga Beda Agama: Muslim atau Kristen Memiliki Kesamaan

Baca: VIRAL MEDSOS, Gagal Terpilih, Caleg Singgung Sumbangan ke Masjid, Warga Bakar Semua Sedekahnya

Baca: Viral Medsos Pemilihan Anggota Baru Geng Motor dengan Syarat Penggal Siapapun di Jalanan

Adapun Kominfo menemukan 114 kanal di Facebook, Instagram, YouTube yang melanggar aturan.

Ke depannya, Gaprindo merasa mereka tidak perlu menyusun strategi khusus terkait hal-hal promosi.

Promosi yang tidak boleh menampilkan wujud rokok sudah diberlakukan pada iklan-iklan rokok di televisi.

"Seperti iklan di televisi kan begitu, tidak menunjukkan kemasan, tidak menujukkan batang rokok, tidak menunjukkan orang merokok. Asap pun tidak boleh," katanya.

Halaman
12
Penulis: Reporter Online
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved