Sengketa Pilpres

Margarito Kamis Sebut Petitum Kubu Prabowo-Sandi Bisa Diterima atau Ditolak

Margarito Kamis menuturkan adanya kemungkinan perubahan petitum atau permohonan tuntutan dalam gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Margarito Kamis Sebut Petitum Kubu Prabowo-Sandi Bisa Diterima atau Ditolak
(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi ahli meringankan untuk Ketua DPR Setya Novanto. Senin (27/11/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menuturkan adanya kemungkinan perubahan petitum atau permohonan tuntutan dalam gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru dapat diterima.

Penilaian itu dikemukakan Margarito saat menjadi narasumber program Kabar Petang tvOne, dikutip TribunWow.com, Sabtu (15/6/2019).

Diketahui, petitum yang diajukan Kubu 02 berisikan 7 poin pada tanggal 24 Mei 2019, dan direvisi pada 10 Juni 2019, menjadi 15 poin petitum.

Menurutnya, apabila petitum yang lama belum sampai kepada pihak lawan, dalam hal ini termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka perbaikan lazim dilakukan.

"Perbaikan memang sejauh belum sampai kepada kedua belah pihak, maksudnya tim lawan itu bisa diubah," ujar Margarito.

Baca: Ini Penyebab ILC TV One Istirahat Tayang Setelah Pilpres 2019

Baca: Sepasang Pelajar Berhubungan Badan di Kelas, Sebelum Main Rusak Ini Dulu, Sekarang Mereka Hilang

Baca: VIRAL Siswi Kelas 1 SMP Dinikahi Pria (41), Kenalan di Facebook hingga Muncul Rasa Suka Sama Suka

Dan sebaliknya, apabila petitum lama telah sampai kepada semua pihak, maka tidak boleh perbaikan dilakukan.

"Nah memang lain jika perbaikan permohonan awal itu sudah di pihak lawan misalkan, dalam ilmu hukum tidak bisa," ungkapnya.

"Jadi soal hukum ini kita harus tahu, sejak kapan permohonan itu sampai di tangan lawan, dalam hal ini termohon."

Bahkan Margarito menuturkan akan tidak adil apabila perbaikan dilakukan padahal petitum telah di tangan lawan.

"Kalau permohonan dari awal sudah sampai di tangan lawan maka memang harus kita akui secara jujur maka tidak bisa dilakukan perbaikan, karena lawan sudah mempersiapkan diri tiba-tiba ada yang masuk dengan senjata yang lain. Bahwa itu tidak fair."

Halaman
1234
Penulis: Reporter Online
Editor: Rhendi Umar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved