Kabupaten Bolmong

Ini Cara Kementerian Agama Tingkatkan Profesionalisme Guru

Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS mengikuti workshop Pendidikan Kristen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Doa Tombolango Lolak.

Ini Cara Kementerian Agama Tingkatkan Profesionalisme Guru
Istimewa
Guru PNS dan Non PNS mengikuti workshop Pendidikan Kristen, yang bertempat di Rumah Doa Tombolango, Lolak,Bolmong kemarin. 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS mengikuti workshop Pendidikan Kristen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Doa Tombolango Lolak. 

Kementrian Agama Kabupaten Bolmong terus menyeriusi peningkatan kompentensi Guru Agama Kristen. 

Kepala Kemenag Bolmong Drs Tavip Pakaya dalam wawancara khusus dengan Tribun Manado Minggu (16/6/2019) di Lolak mengatakan tujuan

kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas fungsi dan profesionalisme guru sebagai guru profesional dalam membangun karakter bangsa

melalui proses pendidikan di berbagai jenjang.

Baca: Margarito Kamis Sebut Petitum Kubu Prabowo-Sandi Bisa Diterima atau Ditolak

Baca: Ini Penyebab ILC TV One Istirahat Tayang Setelah Pilpres 2019

Baca: Suara Khas Orang yang Akan Meninggal, Berikut Ciri-cirinya, Mudah Mengantuk Termasuk

"Selain itu, untuk menciptakan profesionalisme guru pendidikan agama kristen, meningkatkan kualitas pendidik dan pendidikan, menciptakan proses pendidikan yang berkualitas, serta anak didik yang berkualitas dan kebersamaan guru dalam tugas bersama," terangnya.

Lanjut Tavip, kegiatan seperti ini harus dipergunakan sebaiknya, sehingga ilmunya dapat terserap dengan baik.

"Jika ada dampak positif harus terus dilanjutkan setiap tahun. Guru juga harus menjadi pelopor toleransi dan moderasi beragama menuju Sulut sebagai laborotorim toleransi," jelasnya.

Sementara itu, Hantje Songgigilan STh SPd MM selaku narasumber (instruktur kurikulum 2013 kab) mengatakan perubahan yang ada cepat sekali terjadi, dalam berbagai segi.

"Beberapa kompetensi yang harus dimiliki guru seperti pedadogik, profesional, kepribadian, sosial, dan spiritual," tandasnya.

Sebut dia, seorang guru tidak hanya dituntut untuk cerdas tapi bisa menyelami karakter kekinian para siswanya.

Dia juga mesti berkarakter pancasilais. "Jadi guru harus paripurna," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved